Remaja Batu Tumpeng Gelar Takbir Idul Adha Keliling Kampung

Kediri, KIM – Di tengah-tengah suasana mencekam karena situasi bencana alam gempa bumi yang terus menerus terjadi di Lombok walau merasa dalan ke takutan dan trauma, para Remaja dan Remaji Dusun Batu Tumpeng menggelar takbir keliling kampung untuk bisa menghidupkan suasana Idul Adha 1439 H, Rabu (21/08/2018).

Dipantau seluruh kampung se Kecamatan Kediri Suara Takbir sepi terdengar di karenakan masih tersisa rasa takut dan Trauma dalam musibah gempa bumi yang dirasakan pada malam Senin tanggal 19/08/2018 yang pusat gempanya berada di Sembalun Lotim. Gempa yang juga di rasakan juga oleh masayarakat Lobar terlebih masyarakat Kec. Kediri, akan tetapi para Remaja Remaji Dusun Batu Tumpeng menggelar Takbir keliling Kampung.

Kim Kediri juga langsung meliput dan mewawancarai ketua Remaja Herman mengatakan, takbir keliling kampung tetap dilaksanakan karena sudah diniatkan, rencana dan diacarakan jauh sebelumnya

“Meskipun kita tahu dalam beberapa hari ini cobaan dan musibah gempa bumi yang kita rasakan membuat kita semua larut dalam ketakutan dan trauma sama seperti saudara-saudara kita yang terkena pusat gempa mulai dari Sembalun dan KLU. Meskipun kita hanya dapat merasakan dari kerasnya getarannya saja tapi tetap saja kita dalam ketakutan. Akan tetapi meskipun begitu di sela-sela rasa takut menghantui karena sudah ada Niat dan rencana dari 1 minggu sebelumnya sehingga kami semua mengambil sikap tetap gelar takbir walau seadanya untuk bisa meramaikan suasana kampung Dusun Batu Tumpeng Desa Jagaraga Indah,” ungkapnya

Hal senadapun di ucapkan H. Muhsinin selaku tokoh Agama mengjak bersama-sama menggemakan takbir dan tahmid menyambut Idul Adha dengan niat baik.

“Bahwa selama ada niat baik untuk menjalankan keridhoan Allah Swt Insyallah kita akan selalu di pelihara dan di lindungi meski rasa takut dan trauma menghampiri kita mari pada malam ini kita ajak semua lapisan masyarakat di kampung ini sama-menggemakan Takbir dan Tahmid dalam menyambul Idul Adha.” Tuturnya. KIM Subulussalam/Sri

print