6 Dusun di Sekotong Timur Dilanda Banjir, Ratusan Hektar Padi Hanyut Terbawa Arus

Lembar,  Kominfo – Banjir bandang kembali merendam 6 Dusun di wilayah Sekotong Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat pada Jumat (5/4). Banjir dengan ketinggian hingga pinggang orang dewasa telah merendam ratusan rumah warga setempat.
Banjir yang terjadi kali ini juga menghanyutkan ratusan hektar tanaman padi dan gabah pasca panen milik petani di 6 Dusun tersebut. Akibat banjir ini kerugian masyarakat diperkirakan ratusan juta rupiah.

Kepala Desa Sekotong Timur H Ahmad menyebut, banjir yang terjadi di wilayahnya merupakan siklus fenomena alam yang kerap terjadi setiap tahunnya. Letak geografis wilayah Sekotong Timur yang berada di bawah pegunungan sangat memungkinkan menerima limpahan air hujan dari gunung saat terjadinya hujan.

Dikatakan, banjir yang terjadi juga disebabkan limpahan air sungat dari tiga desa baik dari Mareje, Labuhan Treng dan Sekotong Barat. Banjir di Sekotong Timur yang cukup besar terjadi tahun 2006, 2008 dan tahun 2017 lalu.
Dikatakan, banjir mulai datang sekitar pukul 13. 00. WITA selepas warga melaksanakan sholat Jum’at. Ini terjadi akibat hujan tak henti-henti mengguyur daerah setempat, menjadikan air naik ke pemukiman warga.

“Air ini berasal pegunungan dan sungai yang tak memiliki talud. Akibat tak ada penahan, airpun dengan mudah naik ke jalan raya dan pemukiman warga.” ungkapnya.

Akibat banjir akses jalan transportasi pun sempat macet hingga 3 kilometer karena badan jalan tergenang air. Pengendara yang melalui jalur Gerepek menuju sekotong dan sebaliknya dari arah Sekotong menuju Lembar tak berani melewati derasnya air. Tidak sedikit kendaraan terjebak banjir ditengah jalan dan langsung dievakuasi warga.

Ahmad juga mengaku sering kali melakukan langkah penanganan berupa usulan ke Pemda Lombok Barat atas penanganan banjir di desanya. Namun sayangnya belum ada realisasinya. Padahal Pemda mengetahui kalau daerah setempat langganan banjir. Namun belum ada realisasi.

Kasi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat H Tohri menjelaskan, BPBD Lobar sudah menerjunkan Tim Tagana ke lokasi untuk penanganan. Terkait hasil identifikasi tim akan disampaikan selanjutnya.

Adanya keluhan warga atas penanganan banjir di wilayah ini, Tohri mengakui memang lokasi ini kerap kali terjadi banjir. Pihaknya sendiri sudah beberapa kali turun melakukan survey lokasi setempat. Sumber penyebab banjir yakni sungai dan jembatan yang dibangun BPBD.

“Sungai di Sekotong Timur kan tidak ditalud. Seharusnya sungai ini ditalud bagian kiri dan kanan sepanjang 150 meter. Namun semua itu kembali ke kemampuan anggaran pemda yangsangat terbatas sehingga tak bisa terealisasi semuanya,” katanya. Kominfo /her/rasidibragi

print