Air Menyusut, Petani Khawatirkan Gagal Panen

Labuapi-KIM. Musim penghujan yang juga belum turun secara merata di berbagai tempat di Pulau Lombok sangat berpengaruh pada aktivitas para petani dalam meningkatkan hasil produksinya. Ketersediaan irigasi pengairan yang sudah dibangun pemerintah daerah selama ini belum juga bisa mengurangi keluhan petani. Petani justru banyak mengkhawatirkan akan terjadi gagal panen akibat ketersediaan air untuk irigasi pertanian semakin menyusut.

H. Rahmat (62) salah seorang petani asal Desa Trong Tawah, Kecamatan Labuapi misalnya tidak terlalu banyak berharap air irigasi yang disalurkan oleh para pekasih (juru bagi air, red). Pasalnya pekasih juga mengaku kesulitan melakukan pembagian air. Disamping pasokan air juga berkurang dari Daerah Irigasi (DI) Bendungan Pengga, Lombok Tengah juga karena selokan air mengalir dengan volume yang terbatas. “Karena itu kita siasati dengan mengalirkan air mellaui pipa yang disedot untuk dialirkan ke sawah pertanian,” kata Rahmat.

Rahmat mengaku bersama petani lainnya juga mengusahakan menaikkan air menggunakan mesin dari dalam sumur yang sengaja dib or oleh petani. “Namun sayangnya ketersediaan air juga di dalam sumur masih sangat terbatas. Jadi kita mengambil air seadanya saja. Namun taka pa yang penting gtanaman bisa terairi walaupun sedikit,” kata Rahmat.

Rahmat berharap ahar pemerintah daerah bisa mencarikan solusinya untuk mengatasi kelangkaan air ini. Jika tidak, maka penderitaan petani akan semakin panjang dan panenpun akan mengalami kegagalan. “Mudah-mudahan ada solusi yang terbaiklah,”kata Rahmat. (her-Abror/KIM Al-Falah)

print