Alfamart Bagikan Sembako Kepada Fakir Miskin Dasan Geres

Gerung – KIM.  Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Lombok Barat (Lobar), Jumat (25/8) mendapat pelatihan. Pelatihan dengan tajuk Manajemen Ritel Moderen ini berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Lobar di Giri Menang-Gerung.

Branch Manager Alfamart NTB, Banny Febrianto melaporkan, dalam rangka menampung produk UMKM, wilayah Kabupaten Lombok Barat merupakan pilot project secara nasional.  Sebagai komitmen perusahaan terhadap dunia UMKM, kata Danny, ritel moderen dan tradisional harus bersinergi, tumbuh dan maju bersama untuk melayani kebutuhan masyarakat.

“Bentuk sinergi yang telah kami lakukan dan sudah berjalan antara lain melalui program Outlet Binaan Alfamart atau OBA,” jelas Danny di depan.

Melalui OBA ini, menurut Danny akan menyulap toko kelontong menjadi semacam minimarket (dress up warung), baik dari sisi tampilan maupun display barang, agar Pembeli menjadi lebih nyaman saat berbelanja.

Menurut Danny, pelatihan yang melibatkan pelaku UMKM ini, digelar scara rutin tiap tahun di setiap kabupaten/kota melalui jaringan Alfamart. Tujuannya, untuk mengajak para UMKM memahami manajemen ritel moderenm sehingga mereka bersama Alfamart bisa tumbuh bersama-sama. Kata Danny, bagi pelaku UMKM yang belum memiliki usaha, ilmu manajemen ritel moderen ini bisa dipakai dari sisi manajemen cash flow, hingga cara pengkategorian dan pemilihan barang di Toko.

Dalam laporannya, Danny mencatat, data per 31 Juli 2017, di NTB tercatat sekitar 1.700 orang member pedagang binaan Alfamart melalui program Store Sales  Point (SSP). Dari data ini, 110 orang di antaranya berada di Lobar.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar, H.Moh.Taufiq usai membuka pelatihan menyatakan, masalah pemanfaatan tehnologi ini, pihaknya sudah harus terlibat di dalamnya. Karena menurut dia, suka tidak suka, mau tidak mau, masalah bertransaksi dan berinteraksi harus melalui tehnologi.

“Ini perlu diperkenalkan kepada pelaku IKM kita, supaya jangan menjual produk dengan cara manual,” katanya kepada Perspektif.

Sekda juga menghimbau, pelaku UMKM diLobar supaya jangan kalah bersaing dengan daerah-daerah lain, padahal mutu dan kualitas produk Lobar tidak kalah dengan daerah lain. Cuma kalah di marketing. Ke depan Sekda berharap, Alfamart tidak hanya menjual produk dari luar, tapi menjual produk yang datang dari asli Lombok Barat.

Alfamart melalui Sekda Lombok Barat membagikan sejumlah paket sembako kepada fakir miskin dan anak yatim Dusun Aiq Ampat, Kelurahan Dasan Geres .  Pembagian sembako ini sebagai agenda Corporate Social Responcibility (CSR) dari Alfamart.

Salah satu peserta pelatihan, Komariah mengaku, selama ini dia memasarkan produknya secara offline. Dengan adanya penjualan online yang dipasilitasi Disperindag Lobar bekerjasama dengan ritel moderen gratis, maka sangat membantu UMKM memasarkan produknya.

“Kalau berproduksi masih bisa, tapi kalau susah memasarkannya, ya untuk apa,” kata ibu yang tetap eksis memproduksi usaha kripik aren (bonggol pisang, red.) ini.  KIM Gerbang Gerung/Faturrahman

print