Amaq Is Penggali Pasir Bendungan Yang Tekun dan Sabar

KIM Narmada. Sabtu (22/4) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) menemui salah seorang pekerja penggali pasir di Bendungan Gunung Jae Dusun Paok Gading Sedau Narmada, Namanya Amaq IS bapak 4 anak ini hidupnya di habiskan untuk mengais rizki lewat mengakat pasir di bendungan.

Meskipun panas yang cukup menyengat tubuh Amaq is sudah terbiasa, ia sosok ayah yang sabar dan ulet, karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa dilakukan ia sanggup berpanas panasan di bawah trik matahari demi menghidupi keluarga dan 4 anaknya.

“Saya kerja angkat pasir sejak adanya bendungan ini sudah puluhan tahun”, katanya

Dengan tidak malu malunya Amaq Is juga menceritakan karir kerja kerasnya bersama 4 pesuruh (karyawannya).

Dengan modal skop dan alat sederhana yang di miliki sekarang ia mampu membeli mesin penyedot pasir dari dasar bendungan dengan harga 21 juta, meskipun alat sudah dimiliki namun pendapatan nya masih jauh dari harapan.

“Sehari hanya dapat 2 dum pasir kalau cuaca bagus bisa kita dapat 4 dum” kilahnya. Untuk 1 dum di harga kan 200 ribu dan itupun dibagi dua dengan karyawan tambahnya.

Karena tidak cukup untuk kebutuhan hidup anaknya juga terpaksa membantu dengan merantau ke kalimantan. “Anak saya yang paling besar ada di Kalimantan kerja di sawit dan yang paling kecil baru 2 tahun” jelasnya

Amaq Is ingin bekerja yang lebih baik tapi keadaan juga yang menuntutnya, meskipun puluhan tahun sebagai penggali pasir ia tetap semangat dan terus bekerja sampai hidup bisa ditakdirkan lebih baik. Dedy/KIM Berdaya Saing.

print