Atraksi Debus Hibur Warga Jambatan Kembar

LEMBAR KIM. Minggu malam 27/02/2017 Atraksi maut Debus putra jawa barat menghibur warga Desa Jembatan kembar dan sekitarnya. Setelah malam sebelumnya atraksi yang sama juga di pertontonkan di hadapan ratusan warga yang memenuhi lapangan futsal Desa  setempat dan sempat membuat semua penonton bedecak kagum dan deg degan melihat atraksi berani mereka.

Hal yang sama juga di pertontonkan di hadapan ribuan penonton yang memenuhi setengah lapangan Desa jembatan kembar, aksi berani ini membuat semua penonton hampir tak berkedip apalagi jarak penonton dengan pelaku aksi berbahaya Debus ini hanya puluhan meter saja.

Jika aksi Mr Linbad hanya bisa disaksikan di balik layar televisi namun tidak untuk malam minggu ini semua atraksi berbahaya bisa dilihat langsung, mulai dari manusia di kubur hidup hidup, aksi tusuk lidah,gorok leher , makan beling hingga memanjat  dengan tangga golok juga di pertontonkan.

Atraksi debus yang di pertontonkan oleh grup asal jawa barat memang sengaja melakukan tour nusantara dalam rangka melestarikan budaya,karena pada masa lalu ketika negara indonesia belum merdeka ilmu kedigjayaan semacam ini bukan hal yang aneh, namun karena di pertontonkan di hadapan penonton secara langsung dan ada pada era modern hal inilah yang membuat atraksi berbahaya ini di banjiri penonton.

Mengawali atraksi, grup debus ini memohon maaf kepada para penonton wabil khusus kepada mereka yang mempunyai aliran ilmu yang sama agar jangan mengganggu atraksi tersebut karena kami datang untuk mencari sesuap nasi” tutur sang guru yang bertindak sebagai ketua rombongan.

Setelah itu acarapun di lanjutkan dengan melakukan atraksi mengubur manusia hidup hidup namun bisa menebak dengan tepat warna bendera yang di ambil oleh para penonton.

Menurut safarudin kepala dusun tibu lingkung  atraksi dan tontonan semacam ini hampir puluhan tahun sudah tidak pernah terlihat lagi di lapangan ini sebab di era tahun 70an hingga 2000an setiap minggunya selalu ada saja tontonan yang menghibur masyarakat namun sejak era digital dan modern tontonan semacam ini sudah jarang terlihat, sehingga jangan heran jika ada hiburan rakyat semacam ini pasti ramai di tonton oleh masyarakat hal ini karena sebagian masyarakat sudah jenuh menonton lewat vcd dan media lainnya. (Amirullah Kim Lembar Bersaing.)

print