Bahas Raperda HIV-AIDS, DPRD Pati Belajar ke Lombok Barat

Gerung, Kominfo. Sebanyak 10 orang anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Jawa Tengah didampingi 4 orang staf Setwan DPRD Pati belum lama ini melakukan study komparasi terkait pelaksanaan Perda HIV dan AIDS di di Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Rombongan yang dipimpin H Hardi diterima Bagian Humas dan Protokol Setwan DPRD Lombok Barat.  Dalam kata penerimaannya Staf Pimpinan Setwan Lombok Barat mengungkapkan, kondisi Lombok Barat paska gempa dan perolehan kursi dari sejumlah partai di DPRD Lobar.

H Hardi pimpinan rombongan menjelaskan, kunjungannya ke Lombok Barat dimaksudkan untuk belajar penyelenggaraan dan penanganan HIV/AIDS di Lombok Barat yang sudah lama memiliki payung hukum berupa Perda.

“Hal ini mengingat saat ini DPRD Pati tengah membahas penyusunan Raperda tentang HIV/AIDS di Kabupaten Pati. Karena Lombok barat dinilai berhasil dalam pelaksanaan Perda HIV/AIDSini DPRD Pati ingin belajar banyak di Kabupaten Lombok Barat.

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Lombok Barat M Djunaidi SH mengungkapkan, wilayah Kabupaten Lobar merupakan daerah destinasi pariwisata, pelabuhan dan daerah tambang sehingga mobilitas orang yg berkunjung ke Lobar cukup ramai terutama pd kawasan wisata yg memiliki banyak tempat hiburan.

“Dan untuk dimaklumi bahwa tempat tersebut sangat rentan terhadap penularan HIV AIDS oleh karenanya untuk  pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS diperlukan payung hukum berupa Perda. Alhamdulillah dengan kerja sama Pemkab Lobar dan DPRD Lobar dibentuklah Perda Nomor 3 tahun 2016 tentang  Pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS yang materi pokoknya disesuaikan dengan isu dan kondisi daerah seperti pengaturan terhadap pekerja musiman dan pekerja antar daerah yg bekerja di tempat-tempat  hiburan dan rumah kost,” ujar mantan Kepala Dinas Perhubungan Kominfo Lombok Barat ini.

Menurut Djunaidi, pengaturan terhadap calon pengantin yang akan menikah terlebih dahulu harus memeriksakan kesehatan di Puskesmas terdekat kemudian ditanyakan tentang perlindungan dan pemberdayaan orang yang HIV (ODHA).

Dikatakan, anggaran pencegahan HIV dan AIDS di setiap OPD serta peran lembaga sosial seperti Lembaga Peduli AIDS. Strategi operasional pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Lobar disingkat STOP yaitu S=Suluh, T=Temukan dengan melakukan Test HIV,  O=Obati apabila sudah ditemukan dan P=Pertahankan Pengobatan seumur Hidup agar tetap sehat dan bias bisa beraktivitas kembali bersama keluarga. (Djunaidi/her).

print