Bangun Pendidikan di Sekotong! Semangat Tanpa Batas, Ala Guru Azhar

Sekotong-KIM. Nama Guru Azhar mungkin belum begitu banyak dikenal. Namun untuk masyarakat Sekotong namanya begitu melegenda. Sosok bersahaja dan apa adanya merupakan ciri khasnya. Hal inilah yang tampak ketika tim KIM Gerbang- Gerung menyambangi rumahnya di dusun Mekar Sari desa Batu Putih Kecamatan Sekotong. Wajah  keriput  ditelan usia dengan rasa sakit yang dideritanya tidak mengurangi semangatnya menceritakan perjalanan dunia pendidikan di Sekotong. Berawal di tahun 1973 ketika dirinya diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil dan ditugaskan di dusun Berambang.

Saat itu Askes jalan masih mengunakan jalan setapak dan satu -satunya alat transfortasi hanya mengunakan sampan. Disinilah awal kisahnya dimulai. Bayangan akan adanya tempat belajar dan murid sirna, ketika kenyataan yang didapatinya berbeda. Tidak tampak ruang kelas dan sarana prasarana serta murid belajar ditempat itu. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk mencerdaskan anak bangsa. Langkah awalpun mulai di tempuh. Guru Azhar mulai berkeliling mencari anak -anak  untuk dijadikannya murid. Hasilnyapun didapat Tujuh orang murid diperolehnya.

Saat itulah ia mulai mengajar anak – anak belajar di serambi Masjid. Namun rasa berat hati berkecamuk di batinnya ketika harus mengajar olahraga dan menyayi di serambi masjid. Langkahpun diambil. Para orang tua murid, tokoh agama dan tokoh masyarakat dikumpulkan mencari solusi. Bangunan dari bambu dan daun kelapa akhirnya berdiri. Meski  tanpa bangku dan meja, para murid rela belajar beralaskan tanah sehingga pakaian yang di kenakan menjadi kotor. Lebih ironisnya lagi sebagian muridnya bersekolah hanya mengunakan sarung tanpa pakaian. Meski demikian semangat anak – anak  ini tak surut untuk belajar. Melihat kondisi demikian guru Azhar tak kehilangan akal. Dikumpulkannya lagi orang tua murid untuk bergotong royong membuat bangku dan meja. Kondisi ini dirasakan selama  dua tahun lamanya. Tahun 1975 di era Presiden Soeharto melalui program Inpres dibangunlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di desa Batu Putih.

Berikutnya, murid – murid guru Azhar dites untuk bisa ikut masuk di sekolah Batu Putih. Hasilnyapun mereka lulus tes semua. Selanjutnya anak – anak itu tersebut dipindah dan belajar ke SDN Batu Putih hingga tamat. Pendidikan yang diberikan oleh guru Azhar sangat di rasakan oleh masyarakat Sekotong. Hingga kini bekas  muridnya sudah ada yang menjadi dokter, guru dan pengusaha.(Budi -Kim Gerbang Gerung)

print