Bansos Penuh Resiko, BPKP Minta TPB Jalani Prosedur

Llingsar-KIM.  Pengelolaan bantuan logistik maupun sumbangan keuangan bagi korban gempa khususnya di Lombk Barat aruslah tercatat dengan baik dan mengikuti prosedur agar hasilnya bisa transparan, acuntabilitasnya bisa dipertanggungjawabkan. Prosedur bagi Tim Penanggulangan Bencana yang seluruhnya terlibat di dalamnya perlu dilallui agar bencana yang dihadapi saat ini tidak meinimbulkan bencana lagi alam arti terseret ke ranah hukum.

“Apappun model penyaluran bencana harus dilakukan secara profesional, mulai dari penerimaan, pencatatan, penyimpanan hingga pendistribusiannnya ke penerima harus tepat sasaran. Dengan demikian tertib administrasi ini bisa dilakukan sesuai aturan dan untuk mengindari preseden buruk bagi masyarakat,” kata Kepala Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan NTB, Ayik Riyanto pada asesment bagi Tim Penanggulangan Bencana (TPB) Lombok Barat di Kantor Camat Lingsar, Rabu (16/8/2018).

Pada kesempatan tersebut hadir sekda Lobar HM. Taufiq, Inspektur Lombok Barat H. Agus Rahmat Hidayat, Kalaksa  BPBD Lobar HM. Najib dan para pendamping dari BPKP NTB, Inspektorat Lobar dan dari kantor BPBD Lobar.

Ayik menambahkan, dalam pelaksanaan penerimaan dan penyaluran bantuan sosial seperti ini harus tetap berkomitman untuk menciptakan tata kelola keuangan dan baantuan lainnya. Kerja pengelolaan dan pendistribusian bantuan sosial bagi korban terdampak bencana gempabumi diakui tetap memiliki resiko. “Resikonya bisa dimulai dari pencacatan penerimaan yang tidak tertulis denga baik ampai ke tahap rekonstruksi arah bantuan sosial yang diberikan.

Ayik tetap berharap agar tim yang bekerja untuk penanggulangan bencana ini agar tetap berhati-hati terhadap resiko yang ditimbulkan. Apalagi penerimaan dan pendataan bantuan ini setiap saat datanya bis berubah-ubah. “Penguatan acuntabilitas kinerja dengan mengikuti standar-standar yang sudah ditentukan harus dipatuhi guna menghndari jebakan kekeliruan yang justru menjadi bumerang bagi pelaksana kegiatan,” jelas Ayik. (her-KIM Lingsar Lestari)

print