Belajar Beternak Ayam Joper Ala Husnul Yakin

Lingsar, KIM. Bisnis ternak Ayam Jawa Super (Joper) sekarang ini tengah hangat di perbincangkan. Pasalnya, masa panen ayam joper di ketahui lebih cepat di bandingkan dengan jenis ayam kampung biasa. Apalagi, ayam kampung joper di bandrol dengan harga yang tinggi di pasaran. Jadi tidak mengherankan jika banyak orang yg tertarik untuk membudidayakannya, ayam joper tersebut adalah singkatan dari ayam jawa super yang merupakan hasil persilangan antara ayam pedaging ( broiler ) dengan ayam jawa yang dikenal dengan nama ayam kampung atau ayam lokal.

Hal inilah yang mendasari Husnul Yakin warga Desa Gontoran, Lingsar, Kabupaten Lombok Barat untuk memulai berbisnis dalam ternak ayam Joper. Karena setelah awak KIM Lingsar Beraksi mendatangi beliau di lokasi pemeliharaan Ayam tersebutHari jumat, tanggal 09/02/18 kemarin Beliau menuturkan.”Pada dasarnya beternak ayam joper relatif mudah, hanya saja kita harus benar benar sabar, telaten, dan perlu memperhatikan apa saja yang di perlukan dalam proses membudidayakannya,”tuturnya kepada KIM Lingsar Beraksi, Jumat (/9/2-18).

Dijelaskannya Husnul, bagi seorang peternak pemula dalam hal beternak tentu kebingungan bagaimana caranya memulai usaha ternak ayam joper ini. Pasalnya, jika salah memulainya, bukan tidak mungkin jika bisnis yang di usahakan justru gagal di tengah jalan.

Ayam Joper yang di pelihara secara intensif tentu akan menuai keuntungan yang berlimpah. Oleh karena itu, yang harus kita perhatikan cara berternak ayam Joper ini adalah refrensi, kandang, penyediaan makanan, pemilihan bibit unggul, pemeliharaan, pengendalian penyakit, dan masa panen.

Dengan begitu, usaha ini bisa juga di jadikan sebagai kegiatan sampingan sebelum meniatkan untuk terjun serius ke dunia peternakan. Pemberian pakan yang cukup dua kali sehari pagi dan sore menjadikan usaha ini mudah untuk usaha sampingan. Terlebih lagi pemberian probiotik ( yang sudah banyak beredar di pasaran  ) akan banyak membantu para peternak pemula untuk belajar menggeluti usaha tersebut.

“Jika cukup punya lahan di rumah, kita bisa jadikan lahan tersebut untuk berbisnis ayam joper tersebut, karena masa untuk membudidayakan ayam Joper tersebut. Hanya perlu waktu 45-50 hari cukup untuk masa panennya. Jadi, yang tertarik untuk berbisnis ayam Joper ini mari kita sama sama pelajari mengenai cara pemeliharaannya dengan baik dan benar agar cepat besar,” ajaknya.

Husnul berharap agar Pemerintah daerah memberikan perhatian berupa pelatihan dan memberikan tambahan modal bagi para peternak ayam agar masyarakat bisa bertenak dengan baik dan benar.  Soal cara beternak ayam ini Husnul bisa dihubungi melalui nomor ponselnya  085337925876. (KIM Lingsar Beraksi/Agus Jegong).

print