Belajar Dari Sosok Juanidi Pencinta Yatim Piatu

Labuapi – KIM.   Mencintai anak yatim suatu keharusan dan tidak banyak orang yang peduli terhadap anak yatim walaupun punya harta yang berlimpah namun panggilan hati yang paling utama.  Inilah yang dilakukan oleh Seorang Junaidi yang beromisili di Perampuan timur desa Karang Bongkot. Junaidi keseharianya sebagai tukang bangunan mempunyai 2 anak dan kediamannya cukup sederhana tapi kecintaan dan kepedulianya terhadap anak yatim begitu tinggi.
Kepedulianya terlihat setiap hari selalu menyempatkan diri untuk mencarikan para yatim donatur atau jalan dari rumah ke rumah untuk mmintakkan sesuatu untuk anak yatim bahkan rela meninggalkan pekerjaannya kalau anak yatim harus ditemani ke luar desa untuk santunan atau kegiatan lainya.

Saat ini Pemuda 35 tahun mengasuh anak yatim sebanyak 75 orang dan mengasuhnya sejak meninggal orang tuanya yang dulu pengasuh anak yatim tapi mempunyai keinginan tinggi,  para yatim tidak hanya diberikan santunan,  tidak hanya disekolahkan,  tapi dibangunkan rumah yang tidak punya rumah.  Inilah salah satu perogram yang dilakukanya hampir 3 tahun sehingga anak yatim yang sudah dibangunkan rumah sebanyak 10 orang dari dana swadaya yang dikumpulkanya.

Motivasinya dalam melanjutkan pengasuhan anak yatim hanya panggilan jiwa dan memberikas perhatian dan kasih sayang karena meteka tidak punya seseorang yang harus dia punya ketika masih kecil.
“niat kami untuk memberikan kasih sayang kepada mereka untuk mendapatkan kasih sayang Allah karena mereka tidak punya ibu/bapak yg sebenarnya mada kecil harus meteka miliki” ungkap Junaidi ketija diwawancara oleh KIM,  (25/05) di rumahnya.

Bulan romadhan yang akan datang, sudah punya program memberikan kesejahteraan kepada anak yatim melalui santunan dan pembelian baju lebaran yang dananya bersumber dari swadaya masyarakat yang dikumpulkan secara bertahap. KIM Alfalah/Abrar

print