Bumdes Sekotong Tengah Jembatan Menuju Sekotong Mendunia

Sekotong – KIM. Sebagai bentuk penolakan akibat maraknya retail modern yang menjamur di Kabupaten Lombok Barat, atas inisiatif Pemerintah Desa Sekotong Tengah  mendirikan Badan Usaha Milik Desa yang bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan mendukung upaya menduniakan Sekotong. Terlebih lagi beberapa waktu lalu, di Sekotong telah digelar event Mekaki Marathon 2017 yang mendatangkan ribuan orang untuk menikmati keindahan Sekotong, sehingga sekarang ini Sekotong dikenal di seluruh dunia.

Berangkat dari itu Penggunaan Dana Desa 2017 di Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat NTB menjadi contoh yang baik. Dimana Dana Desa langsung digunakan untuk merehab Kantor dan Gedung Waserda BUMDes dan mengalokasikan penyertaan Modal Desa untuk memperkuat BUMDes.

Hal ini tentunya sejalan semangat yang dibangun oleh Kementrian Desa dan PDTT dengan empat prioritas yang ditetapkan melalui Permendesa no. 4 tahun 2017  yaitu Membuat Produk Unggulan Kawasan Pedesaan, Pembangunan Embung, Membentuk Badan Usaha Milik Desa dan Membangun Sarana Olahraga Desa.

Menurut Kepala Desa Sekotong Tengah, Lalu Saraffudin, yang ditemui KIM Selasa, 22 Agustus 2017 mengatakan “Rehab pembangunan Gedung BUMDes dan Penyertaan Dana Desa untuk BUMDes di tahun 2017 ini merupakan ikhtiar yang dilakukan pemdes untuk mewujudkan desa Sekotong Tengah  yang mandiri dan sejahtera.

“Terlebih lagi keberadaan BUMDes kedepan diharapkan sebagai lokomotive ekonomi desa dan jembatan untuk mewujudkan Sekotong Mendunia” tambahnya.

Bertempat di Aula Kantor Desa Pemerintah Desa Sekotong Tengah bersama seluruh tokoh masyarakat pada tanggal 8 Agustus 2017 bersepakat untuk merivisi pembentukan dan pengelolaan BUMDes sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa. Dari hasil musyawarah tersebut disepakati nama Bumdes sesuai nama desa yaitu BUMDES Sekotong Tengah yang ditetapkan melalui Peraturan Desa No.09 Tahun 2017 dengan menjalankan 2 unit usaha yaitu unit Simpan Pinjam yang sudah ada sebelumnya  dan Unit Waserda dengan nama Waserda “Siu Karye”. Dari musyawarah desa tersebut diangkat Pengurus BUMDes yang dimanajeri oleh Saudara Sahnan, L. Hardiawan sebagai Kepala Unit Waserda dan Sabri SPd sebagai kepala unit SImpan Pinjam.

Lalu Saraffudin menjelaskan, untuk pengembangan BUMDES, pemerintah desa Sekotong Tengah pada tahun anggaran 2017 langsung mengalokasikan penyertaan modal BUMDES sebesar Rp. 100.000.000 melalui APBDes yang bersumber dari Dana Desa (DD).  Tahap pertama dialokoasikan untuk Unit Usaha Waserda “Siu Karye” dengan melayani kebutuhan Sembako, Gas Elpiji, Obat-obatan Pertanian, Pulsa Listrik, dan Menampung Hasil kerajinan Masyarakat Lokal.

Selain mengalokasikan penyertaan modal BUMDES di tahun 2017, Pemerintah Desa Sekotong Tengah juga menganggarkan rehab Kantor dan gedung BUMDES untuk mempercepat berjalannya unit usaha BUMDES senilai     Rp111.432.150 yang bersumber dari DD Tahap pertama.

“Progress gedung sudah rampung tinggal dilaunching untuk pembukaan Waserda” ujarnya.

Sahnan, Manajer BUMDes Sekotong Tengah, menjelaskan dari dua unit usaha BUMDES yang dijalankan ini diharapkan akan menjadi pilot dan percontohan bagi BUMDES lain di Lombok Barat sehingga mendorong terbentuknya unit-unit usaha baru yang dapat dikembangkan oleh BUMDES sesuai dengan potensi dan perkembangan usaha BUMDES.

Mengingat dengan semakin banyaknya produk-produk di masyarakat diharapkan munculnya ide-ide baru dari pengurus BUMDES.

“Kedepan kita mendorong tumbuhnya industri rumah tangga yaitu produksi makanan ringan ataupun kerajinan rumahan yang nantinya ditampung oleh BUMDES dan  berkembangnya unit usaha BUMDES menjadi berbadan hukum sehingga dapat mengembangkan jaringan pemasannya keluar desa bahkan ke tingkat kabupaten”.tambahnya

Sahnan menambahkan, kedepan kami akan membentuk unit unit baru seperti unit  jasa penyewaan dan jasa penukaran uang (money changer), mengingat Sekotong sekarang  telah menjadi kawasan wisata primadona sejak diadakannya  even Mekaki Marathon beberapa waktu lalu, Dengan adanya unit money changer nanti, diharapkan memudahkan para wisatawan khusunya wisatawan asing yang ingin menukarkan uang asing tidak mesti harus ke Mataram.

Lebih lanjut Sahnan bercita-cita, BUMDES kedepan sebagai pusat ekonomi masyarakat yang melayani semua kebutuhan baik masyarakat desa Sekotong Tengah maupun desa tetangga baik sebagai agen atau supplier bagi pedagang kecil di dusunnya.

“Kami berharap kerjasama semua pihak untuk mewujudkan impian kami memjadi Bumdes yang mandiri dan sejahtera”, ungkapnya.  KIM Sekotong  Bersatu / Sumber TA L. Ardian Zamzamy/Ahyar

print