Bupati Lobar Serahkan 1000 Sertifikat Hak Tanah Di Narmada dan Lingsar

Narmada-KIM. Sertifikat tanah menjadi sangat krusial ketika kebutuhan tanah semakin meningkat, harganya semakin mahal dan semakin banyak pihak yang berkepentingan. Hal inilah yang menjadikan sertifikat tanah menjadi suatu hal yang urgent untuk segera diselesaikan.

Penegasan itu disampaikan Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid saat menghadiri Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional  (HANTARU) ke-28 Tahun 2018 di rangkai Penyerahan Kepada 1000 Orang Penerima Sertifikat Hak Atas Tanah se-Kabupaten Lombok Barat di Gedung Seni dan Budaya Narmada Kecamatan Narmada belum lama ini.

Fauzan mengatakan penyerahan sertifikat hak atas tanah pada hari ini dilakukan sehubungan dengan peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional Tahun 2018 dengan tema “Tanah dan Ruang Untuk Keadilan dan Kemakmuran” yang mengandung makna tanah dan ruang sebagai satu kesatuan utuh yang dapat memberikan keadilan dan kemakmuran dalam penggunaan, pemanfaatan, pemilikan untuk masyarakat, pelaku usaha maupun negara.

“Penyerahan sertifikat hak atas tanah yang akan saya serahkan pada hari ini terdiri dari satu buah setifikat atas nama Kejaksaan Negeri Mataram yang penggunaannya untuk pembangunan Kantor Kejaksaan Negeri Lombok Barat, tiga belas buah sertifikat wakaf dan tempat peribadatan berupa masjid dan pura, serta 1000 buah sertifikat tanah milik masyarakat untuk dua kecamatan, narmada dan lingsar, “katanya.

Dengan penyerahan sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat Fauzan berharap dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum kepada pemegang hak dan dapat dimanfaatkan untuk menambah modal usaha atau kegiatan produktif lainnya.

Fauzan saat itu menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, para Kepala Desa beserta jajarannya yang selama ini telah bekerja erat dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat dalam mensukseskan program strategis Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional.

Sementara itu Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat Ramli menyampaikan di Tahun  2017 Badan Pertanahan Nasional menargetkan 14.500 bidang tanah di Kecamatan Narmada dan target itu sudah terealisasi dengan sejumlah 14.500, namun masih ada sebagian masyarakat yang belum mendapatkannya.

Untuk Tahun 2018 semula menargetkan 22.500 bertambah menjadi 25.000 karena target di Kabupaten Lombok Utara 2.500 di alihkan ke Kabupaten Lombok Barat. “Dari jumlah 25.000 bidang tanah sudah di lakukan pengukuran yuridis sebanyak 24.432  bidang tanah atau 97,7 persen, sedangkan data fisik sudah mencapai 23,075 atau 92 persen,” katanya.

Dikatakan, penerbitan sertifikat sampai bulan september sudah menerbitkan sertifikat sebanyak 18.701 buah atau 74 persen. Kemudian pelimpahan dari Kabupaten Lombok Utara (KLU) sebanyak 2.500 bidang tanah tersebut adalah tanah Pemda Lombok Barat yang bisa di Pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) sejumlah 92 bidang tanah menjadi obyek PTSL, karena program Pemerintah pusat ini tidak hanya untuk perorangan melainkan dapat untuk Badan Hukum publik maupun badan hukum perdata.

“Untuk Tahun 2019 kami di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat akan kembali memprogramkan Pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Kecamatan Gunung sari sebanyak 15.000 bidang tanah,”terangnya.

Selain di lapangan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat juga melayani kegiatan yang sama, satu bulan tembus mencapai 3500 berkas. Lonjatan tersebut kata ramli di sebabkan banyaknya bangunan rumah subsidi atau program strategis pemerintah,”Pungkas Ramli. Kim Narmada berdaya saingan (Dedy/KIM Narmada Berdayasaing))

print