Bursa Inovasi Desa, Dorong Kesejahteraan Masyarakat Desa

Lingsar, Kominfotik/KIM. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk pertama kalinya menggelar Bursa Inovasi Desa yang diawali dari kantor Kecamatan Lingsar, Kamis (18/7/2019).

Kegiatan ini dalam rangka mendorong kemajuan di tingkat desa, agar setiap desa dapat mengembangkan program-program inovatif. Kegiatan ini sendiri sudah memasuki tahun ketiga.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Barat Dr H Baihaqi, M.Pd mewakili Bupati Lombok Barat menyatakan, dengan Bursa Inovasi Desa diharapkan dapat mendorong kemandirian masyarakat dalam membangun desanya.

Karena itu Bursa Inovasi Desa menurutnya, harus mampu menjadi bukti tentang kemandirian tersebut.

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat saat ini menempatkan desa sebagai “area” utama dalam membangun. Kecuali itu, diharapkan desa juga bisa memandirikan dirinya dalam merencanakan, melaksanakan, dan merasakan dampak pembangunan tersebut.

Baihaqi menambahkan, perkembangan alokasi anggaran dalam lima tahun terakhir sudah sangat meningkat. Jadi menurutnya, hambatan pembiayaan untuk mewujudkan mimpi luhur tentang potret ideal desa, sudah bisa diminimaslisir, bahkan bisa ditiadakan.

“Jadi kita di Lombok Barat tidak kurang dari Rp 155 miliar Dana Desa dan lebih dari Rp 85 miliar dari APBD dalam bentuk Alokasi Dana Desa (ADD) telah dicurahkan kepada 119 desa di Lombok Barat,” tukasnya.

Menurut dia, lima tahun ke depan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat telah menyiapkan skema pembangunan dengan judul “Program Unggulan Kawasan Perdesaan atau Pro-Yu-Kades” yang berbasis pada segenap potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia setiap kawasan.

Bursa Inovasi Desa yang diselenggarakan di Lombok Barat merupakan salah satu cara memperkaya tematisasi pembangunan. Inovasi desa ini hendaknya betul-betul berbasis pada potensi alamiah, sosial budaya, dan bagaimana potret manusianya.

Baihaqi mengaku, desa-desa di Lombok Barat sudah banyak memiliki inovasi. Dimana potensi desa digali dan dieksplorasi. Bahkan dieksploitasi oleh desa yang bersangkutan. Pelakunya merupakan masyarakat desa setempat.

“Karena itu kami minta kepada semua desa agar inovasi yang digagas dan dilaksanakan sebisa mungkin terjamin berkelanjutannya. Keberlanjutan tersebut hanya bisa didapatkan apabila melibatkan banyak pihak melalui pemberdayaan serta mampu memberi nilai tambah ekonomis kepada masyarakat desa,” jelasnya.

Baihaqi menyebut, banyak inovasi desa yang memberi dampak baik kepada semua pihak, seperti banyak bank sampah digagas oleh desa, banyak desa yang mulai mengembangkan pariwisata desa. Ada juga desa-desa yang mulai mengembangkan industri makanan yang skalanya sudah mulai besar seperti desa Kekait, Langko, bahkan Kuripan Utara, dan banyak desa lainnya. (her/KIM Lingsar Lestari)

print