Cuaca Ekstrim Kembali Amblaskan Bahu Jalan Krama Jaya

IMG-20170203-WA0012Narmada KIM.  3 Februari 2017 cuaca ekstrim membuat repot Pemdes Krama Jaya. Cuaca ekstrim dengan intensitas tinggi di wilayah Narmada ini cukup membuat repot Pemerintahan Desa Krama Jaya, yang di mana pada tanggal 2 februari 2017 ada dua kejadian luar biasa yang menimpa desa Krama Jaya.

Kejadian itu adalah Beberapa pohon tumbang menimpa rumah warga di Dusun Kramat Lauk dan amblas di sertai longsor bahu jalan kabupaten penghubung kecamatan Narmada dengan Labuapi di Dusun Mejeti Lauk, ungkap Samanhudi Kepala Desa Krama Jaya saat kami wawancarai di Kantor Desa Krama Jaya.

Amblas nya jalan ini sangat mempengaruhi aktifitas warga dan berbahaya untuk di lalui baik roda 2 atau pun roda 4, dan yang kami sayangkan bahwa kejadian ini merupakan yang kedua kalinya di mana pada sebelum pada bulan desember 2016 jalan penghubung ini terputus oleh longsor bahu jalan.

Ironis nya meskipun sudah di perbaiki oleh Dinas terkait yang penyelesaian pekerjaan pada tanggal 11 januari 2016 kembali lagi jalan ini tidak bisa di lalui, hal ini di sebabkan oleh saluran yang tidak bisa menahan debit air yang banyak akibat cuaca ekstrim.

Selain itu tekstur tanah yang cendrung labil karena di lokasi kejadian ini merupakan bekas area penambangan galian C, kondisi jalan tersebut sudah kami laporkan kepada pengamat jalan Kecamatan Narmada dan Lingsar untuk segera di tindak lanjuti.

Kami menghimbau kepada warga untuk tetap waspada terhadap cuaca dan kondisi jalan jika melintas tutur Samanhudi, kades dua periode tersebut.

Hal senada juga di ungkap kan oleh salah satu penggarap sawah yang di dekat lokasi kejadian, amak alim 67 tahun warga Jerangoan desa Krama jaya mengatakan ambalas nya jalan ini di sebabkan karena saluran ini tidak dapat menampung air yang besar dan tidak berfungsi sebagai mana biasa nya dan di sebabkan oleh kondisi tanah yang sangat labil, yang dimana lokasi ini tempat galian c. selain akan memutuskan jalan ini.

Kondisi tanah itu juga akan menumbangkan tiang listrik tegangan tinggi penyulang antara kota Mataram dengan kabupaten Lombok tengah.

Masyarakat berharap pemerintah segera mengatasi jalan tersebut dan menutup galian c karena berbahaya , mengganggu aktifitas kami yang ada di sini cetus petani yang sudah lama menggarap tersebut. (Hendra Harianto)

print