Dapat Penghasilan Tambahan Dari Pembuatan Dile Jojor

Kuripan-KIM. Sebagian warga Adeng Desa Jagarage mulai terlihat sibuk membuat Dile Jojor atau penerang dari buah jamplong biasa warga menyebutnya untuk di gunakan pada malam kesepuluh terakhir di bulan Ramadhan.
Membuat Dile Jojor  adalah pekerjaan yang sekali setahun dikerjakan oleh sebagian warga Adeng mengingat Dile Jojor hanya di gunakan pada bulan Ramadhan saja.

Menurut Inak Nun, bahan membuat Dile Jojor yakni terutama buah jamplong terbilang cukup mudah untuk mendapatkannya  kami biasa dapat mengumpulkan buah Jamplong disawah-sawah atau perkuburan dusun setempat karena di sana masih banyak terdapat pohon-pohon buah tersebut dan mengumpulkannya jauh hari sebelum Ramadhan.

“Proses membuatnya pula masih dengan cara manual dan terbilang gampang-gampang susah, pertama buah Jamplong di jemur hingga kering setelah itu dipisahkan dari cangkangnya dengan cara memecahnya menggunakan batu karena cangkangnya cukup keras”. Jelas Inak Nun (14/6).

selanjutnya yang ke dua barulah disangrai hingga hitam seperti halnya mesangrai buah kopi dan saat itu akan mengeluarkan bau yang sangat menyengat hingga orang yang tak terbiasa menyiumnya akan sangat merasa terganggu dengan baunya yang sangat menyengat itu dan biasa 2 hingga 3 karung buah Jamplong dalam satu kali sangrai.

setelahnya barulah di ulek seperti mengulek ragi hingga lembut yang terakhir hasil ulekan tersebut di campur dengan kapas(kapuk) barulah dililit seperti halnya membuat sate Pusut Lombok dan setelah selasai barulah di jual dengan harga 2 ribu rupiah per 5 buah Dile Jojor dan ini bisa menambah penghasilan buat Inak Nun sekeluarga.

Pengerjaan pembuatan dile jojor tersebut dikerjakan bersama anak-anaknya, hingga setiap ramadhan selalu memberikan penghasilan tambahan buant mereka sekeluarga. KIM Gunung Sasak/L.Zaini Ahmad

print