DESA SENGGIGI AKAN MENJADI MODEL DBiP

Batu Layar- KIM. Desa Senggigi Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu dari dua desa terpilih di Lombok Barat yang akan dijadikan sebagai Model Desa Benderang Informasi Publik (DBiP). Tercatat 16 desa di Nusa Tenggara Barat yang akan mewakili masing-masing Kabupaten/ Kota dalam dalam lomba yang akan digelar pada tanggal 29 Nopember mendatang. Untuk mewujudkan Desa Senggigi yang akan menjadi model percontohan DBiP, Komisi Informasi Provinsi Nusa Tenggara Barat, Najamudin Amy dan kawan-kawan terjun untuk melakukan bintek.

Bertempat di Aula Kantor Desa Senggigi, Kepala Desa Batulayar Muhammad Ilham mengumpulkan perangkat desa yang terdiri dari Kepala Dusun, Linmas, Karang Taruna, Sekdes dan Kaur-Kaur Desa untuk mengikuti kegiatan. Acara dipandu langsung oleh Kepala Bidang Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) Lombok Barat, Drs. Rasidi. Hadir pula, Camat Batulayar, Suparlan S. Sos pada acara tersebut didampingi Kepala Desa.

Najamudin perwakilan KI NTB mengulas materi terkait dengan bagaimana Desa Benderang Informasi Publik secara detail dihadapan peserta. Sebelumnya, Najamudin juga meminta masing-masing peserta untuk memperkenalkan diri. Salah satu yang menjadi tema dalam DBiP ini adalah mengapa Desa Senggigi terpilih mendampingi Desa Presak di Lombok Barat akan menjadi Model DBiP.

Salah satu jawabannya adalah karena desa terpilih memenuhi criteria akan menjadi Model DBiP. Selain itu, melalui tayangan slide computer Najamudin mengurai satu per satu indicator hingga akan layak menjadi model. PPID, DIP, SOP, WEBSITE, SARANA dan ANGGARAN. Enam indicator ini dijelaskan satu persatu dengan rinci oleh Najam, sapaan akrab narasumber.

Selain Najamudin, M. Zaini tak luput memberikan materi. Zaini yang menjadi narasumber kedua lebih banyak mengulas masalah keterbukaan informasi public.

Undang-Undang serta peraturan-peraturan pendukung yang memuat informasi public yang  harus diterima, dikelola, dan dikirim terutama oleh Desa. Pertemuan yang dibuka sejak pukul 09. 00 tersebut berakhir dengan pembacaan testimony secara bersamaan yang dipandu oleh Sekretaris Desa Senggigi, Syafi’i. Testimony berisikan kesiapan komitmen menuju Desa Benderang Informasi Publik (DBiP).  KIM Layar Stone/Juaini Muhtar

print