DESA TELAGAWARU DIDORONG MEMBENTUK AWIG-AWIG PENANGGULANGAN NARKOBA

Labuapi-Diskominfotik. Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini. Perlu kebersamaan dan kepedulian kepada kita semua, jangan menunggu keluarga  kena lebih baik pro aktif dan peka.  karena sering kali anak-anak kita justru menjadi korban, dengan berbagai macam cara penyebarannya kadang-kadang diakalin dengan bentuk permen diberikan kepada anak-anak kita sehingga kemudian menjadi kebiasaan dan ketergantungan, perlu kewaspadaan kita. Demikian dikatakan Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, S.Ag. M.Si. pada acara Pemda Menyapa Desa ,Jum’at, (13/03/2020) di Masjid Assasuttaqwa Dusun Telagawaru Desa Telagawai Kecamatan Labuapi.

Lebih lanjut beliau mengatakan tidak mungkin kita serahkan persoalan ini hanya kepada Pemda atau Kepolisian saja perlu kepedulian dari masyarakat, RT, Kadus, Kepala Desa harus bertindak tegas  terhadap persoalan ini perlu dibentuk awig-awig menyangkut masalah Narkoba ini dan Pemerintah Daerah siap memfasilitasinya.

“ Masalah Narkoba sangat mengancam kita perlu kebersamaan, perlu kepedualian kita bersama, untuk menyangkut ini saya sudah meminta pak Sekda untuk memfasilitasi pembuat an awig-awig terkait dengan masalah narkoba ini karena seringkali anak-anak kita adik-adik kita ini justru korban dengan berbagai macam cara kadang-kadang diakalin anak-anak kita diberikan dalam bentuk permen dan lain sebagainya sehingga kemudian menjadi kebiasaan dan ketergantungan,  tidak mungkin kita menyerahkan persoalan ini hanya kepada  Pemda atau Polisi untuk kepedulian kita dan saya berharap kita harus keras dan tegas dengan masalah ini, Desa, Kadus, RT harus keras bentuk awig-awig  tentang masalah narkoba.” Tegas beliau.

Dalam kesempatan tersebut Beliau juga  menyinggung  masalah Perkawinan Dini, Lombok Barat sudah memiliki Perda tentang Pendewasaan Usia Perkawinan, diminta  agar para Kades, Kadus, dan perangkatnya konsen terhadap pendewasaan usia perkawinan, agar generasi yang dihasilkan menjadi  kuat baik secara fisik maupun mental.

“ Kita sudah memiliki Peraturan Daerah tentang Pendewasaan Usia Perkawinan kita semua sepakat kita tidak boleh anak-anak kita generasi kita menjadi generasi yang lemah kalua anak-anak kita cucu-cucu kita lemah, lemah ekonomi, lemah kesehatan secara fisik, lemah kecerdasan , ini semua pintu masuknya adalah pernikahan dini.” Terang beliau.

Selain itu Bupati juga menyampaikan untuk tahun ini Pemerintah Daerah membangun 5 titik tempat pembuangan sampah dengan system 3R yaitu di Gerung, Kediri, Labuapi, Narmada dan Gunungsari masing-masing 1 titik dan untuk kecamatan Labuapi lokasinya di desa Telagawaru.

Hadir pada acara tersebut  Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat H.Baihaqi, Para Asisten, Kepala OPD, Camat Labuapi, Kepala Desa dan perangkatnya serta Tokoh – tokoh dan masyarakat Dusun Telagawaru.

Camat Labuapi H. L. Moh. Hakam, S.STP., M.Si. dalam kata sambutannya menyampaikan  ucapan terima kasih masyarakat Desa Telagawaru  atas kehadiran Bupati dan Jajaran yang telah berkenan bersilaturahim secara langsung dengan masyarakat  desa Telagawaru melalui program Pemda Menyapa Desa pekan ini.

“ Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi tingginya karena kami juga merasakan bagaimana perhatian Pemerintah Daerah melalui Pemda menyapa Desa yang  Alhamdulillah rangkaian Kegiatannya diawali dengan gotong royong bersama lalu pelaksanaan pelayanan pelayanan yang dilakukan oleh Dinas instansi  terkait kepada masyarakat kami yang ada di desa Telagawaru ini dan kami masyarakat Telagawaru sangat sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Bupati beserta seluruh jajarannya.” Ucapnya.

Dalam kesempatan dialog H. Ramli  menyampaikan terkait tentang calo-calo tanah untuk perumahan BTN tidak jarang calo kadang dalam membujuk warga  agak menekan agar sipemilik tanah mau menjual tanahnya, dan dampak dari pembangunan perumahan BTN  kemudian masalah penanganan dan pembuangan sampah oleh masyarakat secara sembarangan dan yang paling penting masalah pasar sore yang ada disebelah masjid ini minta untuk direlokasi karena letak yang sekarang sudah tidak layak hanya seluas 2 Are dan sering kali membuat macet dan mengganggu ibadah sholat ashar di masjid karena letaknya sangat berdekatan.

“ Mohon maaf  pak Bupati desebelah masjid kita ini ada pasar kecil sudah beberapa tahun seiring dengan berkembangnya BTN kalua sudah jam 4  itu jalan sudah tidak bisa dilalui, luar biasa, orang di jalan sangat terganggu di masjid juga terganggu  luas pasar hanya 2 are tidak sesuai dengan jumlah pedagang dan pembeli sampai di jalan mohon pemerintah Daerah merelokasi pasar tersebut mungkin ke sebelah barat atau sebelah utara agar lalu lintas menjadi lancar dan ketenangan ibadah di masjid.

Menanggapi yang disampaikan oleh war ga tersebut Bupati menyanggupi untuk merelokasi pasar tersebut dan memerintahkan Kepala Desa dan Camat untuk mengecek keberadaan tanah Pemda yang bisa dipergunakan untuk relokasi pasar dan menjadi prioritas di tahun 2021.

“Tolong pak Kades pak Camat cek dimana  tanah pemda disekitar sini yang layak untukmerelokasi pasar sehingga bisa menjadi lebih layak bagi masyarakat, dan ini kita prioritaskan di 2021.” Terangnya. (Zul)

print