Dirjen PKP Kemendes Trans PDT Kunjungi Ponpes Hikmatul Falah

Lembar –  KIM. Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Pedesaan (PKP),  Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Jakarta mengunjungi Pondok Pesantren Hikmatul Falah Jelateng Desa Sekotong Timur, selasa 20/06/2017.
Sebelum berkunjung ke Sekotong timur, Dirjen Kemendes tersebut terlebih dahulu menemui Camat Lembar Hasanudin S.H, yang di wakili oleh Abdurrahim Kasi Pemerintahan,ditemani oleh Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar Esti Diah Hafsari dan Kepala Desa Labuan Tereng,   karena pada saat yang bersamaan Camat yang baru di lantik seminggu yang lalu ini menghadiri rapat dengan Direktur Indocement Terminal Lembar.
Dalam sambutan singkatnya Ust Syaf’iin mengucapkan rasa terimaksihnya atas bantuan tersebut dan akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan program usaha berbasis komunitas tersebut.”Atas nama pimpinan yayasan kami mengucapkan terimakasih kepada Kemendes yang mempercayakan kami untuk mengelolanya, insyallah kami akan amanah menjalankannya”,tuturnya.
Sementara itu Jhony Suherman berharap bahwa program ini bisa menjadi sumber penggerak ekonomi pesantren karena memang pemerintah melalui kementerian Desa menghajatkan program ini untuk meningkatkan ekonomi pesantren dan masyarakat yang kategori tertinggal agar punya penghasilan sendiri dan di harapkan menjadi ikon daerah dan Desa, apalagi program ini melibatkan dua Desa yaitu Sekotong timur dan Labuan Tereng.
Prukades sendiri merupakan program daerah khusus pinggiran sesuai motto “Desa membangun indonesia”. Indonesia negara dengan potensi sumberdaya alam yang sangat besar tersebar diseluruh wilayah khususnya di wilayah perdesaan. Tentunya, potensi itu harus dikelola dengan baik agar memiliki manfaat yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.
Pengelolaan sumberdaya alam dapat terlaksana baik jika melibatkan masyarakat dengan pendekatan pemberdayaan sebagai upaya menumbuhkan kesadaran kolektif dan transfer pengetahuan di lapisan masyarakat bahwa (grassroot).Salah satu metodenya adalah dengan melakukan inovasi serta kreasi pengelolaan sumber daya alam menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis lebih baik.Artinya, pembangunan berbasis desa menjadi pilihan terbaik mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia.
Untuk mencapai sasaran di atas, langkah yang ditempuh adalah dengan memprioritaskan pembangunan kawasan perdesaan dan pengurangan ketimpangan pembangunan. Hal ini sebagai pijakan pelaksanaan kegiatan pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan berbasis usaha bersama komunitas.Kim Lembar Bersaing./Amirullah
print