Diskusi Warga Bengkang Dengan Wakil Rakyat Saat Reses

Sekotong KIM – Reses adalah waktu dimana para wakil rakyat, baik itu di tingkat DPR RI, maupun DPRD provinsi dan kabupaten/kota, menemui konstituen mereka dari masing-masing daerah pemilihan (dapil).  Seperti terlihat  di Masjid Baiturrahman Dusun Bengkang Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong Lombok Barat, Sabtu 04 Maret 2017.

TGH. Muammar Arafat, SH.MH  Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat mengunjungi Dusun Bengkang Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat yang merupakan daerah pemilihan (dapil) nya saat pemilihan umum (pemilu) 2014.

Dalam kegiatan tersebut Muammar Arafat menjelaskan bahwa kedatangannya untuk bertemu dan menyerap aspirasi dari para konstituennya. Secara spesifik ia mengatakan ingin mengendengarkan langsung keluh kesah dari masyarakat terkait pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan rakyat karena memang itu bagian saya di Komisi V DPRD NTB. Terangnya.

Masyarakat sangat menyambut dengan antusias. H. Sunandar salah seorang warga mengatakan  saat diskusi “Kami selaku masyarakat Dusun Bengkang sangat mengapresiasi kedatangan bapak tuan guru, ini pertama kalinya ada dewan yang reses ke tempat kami sehingga hari ini kami bisa mengetahui dan merasakan apa itu reses”.

Hal yang senada juga di ungkapkan oleh Sajidi “apresiasi setinggi-tingginya dari kami masyarakat Bengkang, bahwa hari ini kami didatangi oleh dewan yang kami dukung saat pemilihan dan dewan tersebut tidak lupa kepada kami. Sebelumnya kalau diibaratkan kami hanya mendorong mobil mogok, saat mobilnya hidup dan berjalan kami ditinggalkan. Inilah yang membuat kami sangat mengapresiasi kedatangan tuan guru”. Ungkapnya.

Dalam diskusi, beberapa orang perwakilan warga menyampaikan keluhannya terkait perlunya perhatian terhadap akses jalan kebeberapa tempat didusun tersebut, misalnya ke Batu Bringge dimana di tempat tersebut ada Sekolah Dasar (SDN 10 Buwun Mas) yang harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 3 KM karena tidak bisa dilalui kendaraan.

Hal lain yang disampaikan warga adalah perlunya peningkatan terhadap fasilitas Polindes serta perhatian untuk kesejahteraan petugas yang tinggal dipolindes ataupun para Guru Honorer. Selain itu, warga juga mengeluhkan seringnya terjadi banjir dari luapan air sungai saat hujan. Hal tersebut disebabkan oleh tersumbatnya hilir sungai  yang tidak dapat diatasi secara manual, dan memerlukan alat berat untuk mengatasinya.

Menanggapi keluh kesah warga tersebut, KTM (Kak Tuan Muammar) sapaan akrab TGH. Muammar Arafat  mengatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait dan segala keluh kesah warga akan kami sampaikan pada laporan reses, terutama tentang banjir yang sering terjadi. Kami akan berupaya secepatnya menanggapi hal tersebut dan menurut kami ini yang paling urgent, agar setiap hujan masyarakat Bengkang tidak lagi terdampak banjir.

Dalam kesempatan tersebut KTM juga menyerahkan bantuan sejumlah Rp. 28.000.000 kepada pengurus Masjid Baiturrahman Dusun Bengkang. Ia mengatakan “ini bukan uang dari kami, ini uang pemerintah yang kami perjuangkan bersama pengurus masjid dan mudah-mudahan bisa membantu untuk perbaikan Masjid”. (Ahmad Zaini, KIM Lintas Desa Gerung)

print