Dukung Program Keluarga Harapan Disnakertrans NTB Gelar PPA

Narmada – KIM. Pemerintah Provinsi NTB melalui Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada pertengahan tahun 2017 ini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar Program Pengurangan Pekerja Anak (PPA) untuk mendukung Program Keluarga Harapan (PKH) dengan harapan bisa mengurangi jumlah pekerja anak dari Keluarga sangat miskin dan menarik mereka dari tempat kerja menuju dunia pendidikan.

Disnaker provinsi NTB melaksnakan program PPA-PKH  pada tahun ini di Lima tempat secara serentak yakni diKabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa, Bima dan Dompu. DiLombok Barat sendiri kegiatan ini dilaksanakan Senin (8/5) di aula Balai Sosial Perlindungan Petirahan Sosial Anak BSPPSA ( Balai Sosial Perlindungan Petirahan Sosial Anak ) Sasambo Matupa Desa Selat Kecamatan Narmada. Adapun jumlah penerima manfaat 120 Anak dari Sepuluh Kecamatan seKabupaten Lombok Barat yang terdiri dari 76 Anak Laki-Laki dan 44 Anak Perempuan dan akan dilaksanakan pendampingan selama 15 Hari dari Tanggal 7 -21 Mei 2017.

Pada acara pembukaan program PPA-PKH ini dihadiri oleh Ibu Hj.Nina Triani. SH. MSI, selaku ketua Tim tekhnis Pelaksanaan PPA-PKH 2017, Selain itu juga hadir Bapak DRS. SUDARMA, UPTD Bali Perlindungan Sosial, UPTD Sepulau Lombok,  Camat Narmada, UPTD Desa Selat dan para tamu undangan lainnya.

Kepala Bidang Disnakertrans Provinsi NTB Sudarma menjelaskan, tujuan dilaksanakannya program PPA PKH adalah untuk mengurangi jumlah pekerja anak dari keluarga sangat miskin. Mengurangi tindak kekersan terhadap anak  dan mengurangi jumlah pekerja anak diusia sekolah dengan menarik anak tersebut dari tempat dia bekerja menuju dunia pendidikan dengan harapan menumbuhkan minat belajar anak yang putus sekolah.

Kordinator Shelter (asrama) Sulendra, SH menegaskan, bahwa program ini sudah dilaksanan dari tahun 2013 hingga saat ini dan akan terus diupayakan pada tahun tahun berikutnya sehingga tidak ada ada lagi anak yang putus atau tidak bersekolah. Kim Lingsar Beraksi/Zoeky

print