Forum Relawan Penyandang Disabilitas Batu Layar Gunung Sari Terbentuk

Batu Layar KIM, Pembentukan Forum Relawan bagi orang-orang berkebutuhan khusus untuk Kecamatan Batulayar dan Gunungsari resmi terbentuk.

Sabtu, 17 Februari 2017 pukul 16:30 wita bertempat rumah di Muhamad Maulud Dusun Teloke Lauq Desa Batulayar Kecamatan Batulayar relawan dari dua kecamatan ini berdatangan setelah menuai kesepakatan untuk duduk bersama.

Pembentukan relawan kali ini merupakan tindak lanjut dari hasil pelatihan yang telah dilaksanakan selama dua belas hari sejak tanggal 22 Desember 2016 silam.

Salah satu dari tujuan pembentukan forum ini adalah untuk mensosialisasikan program kerja yang akan menjadi kegiatan kedepan. Selain bersosialisasi, pendataan, serta konsep dari hasil kegiatan akan terus dikawal.

Dalam pertemuan tersebut bukan hanya orang-orang yang berkebutuhan khusus yang akan menjadi focus utama para relawan melainkan juga mendata orang-orang miskin, terlantar, anak putus sekolah, buruh migran dan orang-orang yang marginal yang selama ini kurang mendapatkan perhatian, terkesan dipandang sebelah mata. Semua itu, termasuk anak putus sekolah, terlantar, miskin, buruh migran dan lanjut usia akan kita advokasi sehingga bisa mendapat fasilitas dari pemerintah, demikian urai Muhamad Maulud yang langsung diplot menjadi ketua forum relawan.

Lebih jauh Muhamad Maulud mengatakan bahwa orang-orang miskin, orang-orang terlantar, belum tentu mendapat jaminan pemerintah semisal memiliki KIP, BPJS, dan fasilitas lainnya. Dalam pertemuan tersebut beberapa agenda akan dilaksanakan.

Bahkan dari peserta yang hadir ada yang memang nota bene telah menjadi relawan sebelumnya di tempat mereka tinggal. Misalnya ibu Kustiyah yang berasal dari Kekeri Gunungsari.

Kustiyah mengatakan bahwa banyak data yang mereka miliki terkait dengan program yang akan dilaksanakan. Jangankan mendata di Gunungsari, sampai di Dusun Penanggak yang ada di daerah pegunungan saya pernah naik melakukan pendataan untuk mencari orang-orang yang berkebutuhan khusus, demikian urai Muradah saat diberikan waktu untuk sharing pengalaman.

Selain Kustiyah, Makiah tidak ketinggalan bercerita tentang pengalaman dalam proses kerja sebagai relawan termasuk melakukan pendataan. Selama ini, kita punya data, tapi tidak diadvokasi, jadi percuma, mungkin salah satu tujuan dari pembentukan forum ini adalah untuk itu.

Pemerintah telah mengeluarkan banyak anggaran/ biaya dalam pembangunan termasuk adanya Dana Desa, jika data tersebut tidak ditindaklanjuti maka tidak ada artinya. Dan data tersebut merupakan acuan pemerintah untuk menyusun langkah dalam membuat program atau kebijakan yang diturunkan ke masyarakat, begitu keterangan Makiah dengan penuh semangat.

Sesuai kesepakatan, forum langsung terbentuk dengan menunjuk Muhamad Maulud sebagai Ketua Forum Relawan, Ahmad Hamzah sebagai Wakil Ketua, Kustiyah sebagai Sekretaris, dan Makiah sebagai Bendahara.

Selebihnya terdapat empat belas anggota yang akan siap terjun ke lapangan untuk beraksi. Dalam pertemuan yang berdurasi satu setengah jam tersebut, pertemuan atau diskusi akan rutin digelar setiap bulan secara rundown dengan membawa data masing-masing. (Juaini Muhtar)

print