Gagal Produksi, Harga Bibit Lele Melonjak

Lingsar-KIM. Lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang paling mudah untuk di budi dayakan. Pasalnya  cara pemeliharaannya cukup sederhana. Di samping memiliki tingkat pertumbuhan yang paling cepat di banding ikan-ikan yang lain.

Pemeliharaannya juga tidak harus menggunakan metode kolam air deras cukup dengan air tergenang dengan kapasitas 300 ekor permeter persegi, sehingga tidak heran jika bibit jenis ikan ini banyak di buru oleh para pembeli baik yang memelihara untuk bisnis maupun yang sekedar memelihara untuk sekedar konsumsi sendiri.

Pantauan KIM Lingsar beberapa bulan terakhir ini pembeli bibit ikan lele sedikit berkurang.  Hal ini di sebabkan melonjaknya harga bibit lele di tingkat pembudidaya. Khabar yang kurang sedap tersebut membuat KIM Lingsar langsung mengkonfirmasinya ke sejumlah peternak lele  di dusun Pondok Buak Desa Batu Kumbung yang juga di kenal sebagai dusun penangkar bibit ikan terbesar di NTB.

Sap, salah seorang peternak bibit lele kepada KIM Lingsar di area budidaya lelenya menuturkan, terjadinya lonjakan harga lele pada beberapa bulan terakhir ini di sebabkan oleh banyaknya peternak lele gagal memproduksi bibit lele. Sehingga beberapa bulan terakhir ini bibit lele tergolong limit sehingga menyebabkan harga bibit lele melonjak hingga 75 persen, bahkan 100 persen dari harga sebelumnya.

Beberapa peternak lele lainnya lanjut Sap, juga  menyarankan kepada para pelanggannya untuk menunda dulu keinginannya untuk memelihara ikan lele sampai harga bibitnya stabil kembali.  (Sapar-KIM Lingsar)

print