Galang Dana Tuk Bencana Lombok dan Palu dengan Berlari

Mataram, Diskominfo – Seorang Pria asal Bogor Jawa Barat telah berlari sejauh 1.300 km dari Bogor ke Lombok. Akan melanjutkan berlari hingga 2.400 km dari Lombok dan Palu. Dia adalah Hendra Wijaya, yang berlari dari Bogor sejak 17 November lalu. Singgah di Badung Bali menuju Pelabuhan Padang Bai dan menyebrang selama 5 Jam ke Lombok. Tepat pukul 08.00 Wita tadi (3/12), kembali start menuju Kota Mataram di Kawal komunitas pelari Nusa Tenggara Barat seperti RIOT Indonesia Lombok, RUNJANI, dan SINGARUN.

Jefri salah seorang Tim penyelenggara Aksi Cepat Tanggap (ACT) Indonesia  menuturkan hal itu ketika Star dari Pelabuhan Lembar Menuju Kota Mataram tadi pagi Senin (3/12/2018).

 Dikatakan, Bang Hendra Wijaya memang  memiliki cara berbeda untuk menunjukan kepedulian atas musibah gempa di Lombok dan tsunami serta likuifaksi di Palu yang menimbulkan ribuan jiwa meninggal dunia. Dia didukung oleh beberapa founder lomba lari ekstrim dan terberat di Indonesia (misalnya BTS100Ultra dan Rinjani100) ini untuk membulatkan tekad menggalang dana dengan cara berlari sejauh 2.400 kilometer.

“Hendra Wijaya akan berlari sejauh 2.400 km dari Bogor hingga Palu untuk membulatkan tekadnya menggalang dana dengan cara berlari untuk musibah yang terjadi di Lombok dan Palu,” katanya.

Lebih jauh Jefri menjelaskan, renacananya setelah finish di Guest House Rumah Lombok Rembige Timur, Kota Mataram, Selasa (4/12) besok akan melanjutkan berlari lagi dari Mataram ke daerah wisata Kuta Mandalika untuk mengakhiri charity run etape1 1300km. Kemudian akan melanjutkan lari lagi ke Palu dengan jarak tempuh 800km.

Rencana awal,  jarak 2.400 km akan ditempuh selama 24 hari atau berlari 100 Km setiap hari. Namun karena alasan teknis di lapangan, Etape pertama Bogor – Mataram dimulai 17 November – 1 Desember dengan jarak tempuh sejauh 1.400 km. Kemudian tanggal 15 – 23 Desember sejauh 900 Km untuk etape kedua (Makasar-Palu) itu, akan bersifat dinamis.

Menurut Jefri, ACT dipilih sebagai penyelenggara karena organisasi nirlaba ini telah aktif bekerja untuk kemanusiaan dalam penanggulangan bencana di Lombok dan Palu. Jefri menghimbau bagi yang ingin donasi bisa cek website Run To Rebuild dan mengajak masyarakat untuk berdonasi melalui Bank Mandiri Nomor Rekening 1270007721309 atau Bank BCA Nomer Rekening 6760255040; keduanya atas nama ACT.

Senada dengan Jefri, Hendra Wijaya yang kelahiran Lampung 26 November 1966 itu mengatakan, dirinya akan berlari dalam waktu 1 bulan dengan jarak 2.400 km. Artinya, rata-rata, Hendra Wijaya telah berlari sejauh 75 km/hari atau hampir dua kali full marathon per hari.

Dikatakan Hendra, Seluruh energi, waktu, dan pikirannya untuk lebih bermanfaat membantu saudara-saudara yang terkena musibah di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah. Donasi yang terkumpul 100 persen ditampung di rekening Aksi Cepat Tanggap (ACT) Indonesia, sembari mengharapkan doa dan dukungan.

“Mohon doa dan dukungan agar saya, pelari pendamping, serta kru diberi kesehatan dan kekuatan,” harapnya.

Hendara Wijaya menambahkan, sepanjang rute, dirinya membuka kesempatan bagi siapapun untuk ikut berlari dan berdonasi demi kemanusiaan. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah komunitas lari maupun masyarakat umum yang mendukung kegiatan ini. Terutama kepada Polri atas perizinan, pengamanan, pengawalan yang telah dilakukan. Juga kepada Pemkot Bogor, serta para sponsor. Diskominfolobar/yani/rasidibragi

print