GUNA MENEKAN PENYEBARAN VIRUS COVID 19 WARGA DIHIMBAU PATUHI ATURAN PEMERINTAH

Kuripan Diskominfotik, Upaya menekan penyebaran virus covid 19 di Lombok Barat terus dilakukan dan dimaksimalkan.Sosialisasi pencegahan penyebaran covid-19 dilakukan oleh Tim Satgas Pencegahan bersama MUI ,FKUB dan KNPI mengundang tokoh agama, tokoh masyarakat  di Aula kantor camat Kuripan ,Jumat 8 Mei 2020

Hadir Bersama undangan pada acara tersebut, Camat Kuripan Banu Harli, S.Pd., Ketua Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Kuripan H.L. Fattimura Farhan, dr. Zulkifli perwakilan Dinas Kesehatan,TGH. Lalu Ahmad Busyairi Perwakilan MUI.

Camat Kuripan Banu Harli S.pd, mengungkapkan bahwa guna menggugah kesadaran masyarakat terhadap bahaya virus covid 19 ini Sosialisasi terus dilakukan selama 3 hari berturut turut mulai hari Rabu sampai dengan jumat hari ini, Banu Harli juga menakankan perlunya kerjasama dari tokoh agama dan tokoh masyarakat agar di desa Kuripan tetap bisa menjadi kawasan zona hijau, meminta kepada masyarakat agar mematuhi aturan pemerintah guna memastikan tingkat kepatuhan warga terhadap aturan dan anjuran pemerintah maka Camat dan tim 6 satgas covid-19 akan turun ke desa-desa untuk memantau para warga agar mematuhi peraturan pemerintah.

“Kami camat bersama tim 6 Satgas covid-19 Lombok Barat akan turun ke desa-desa untuk memantau kepatuhan warga terhadap peraturan dan anjuran pemerintah” tegas Camat.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Tim satgas covid-19 kecamatan Kuripan H.L.Fattimura Farhan menyampaikan apresiasinya kepada desa Kuripan sebagai desa yang tegas dalam mendukung pemerintah agar wabah ini bisa berakhir dan bisa hidup normal seperti biasa.

Sementara dr.zulkifli dari Dinas Kesehatan Lombok Barat menjelaskan tentang bahayanya Corona ini apalagi ini bukan bakteri tapi virus yang perkembangannya dan penyebarannya melalui sentuhan, interaksi/ngobrol dalam jarak tertentu dan menyerang organ vital seperti saluran pernafasan serta paru-paru dan menyebabkan kematian.

“Mari taati aturan pemerintah untuk selalu menggunakan masker ,Rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari kerumunan dan jika tidak merupakan kebutuhan mendesak jangan keluar rumah.”

Ditempat yang sama TGH.Lalu Ahmad Busyairi perwakilan dari MUI menjelaskan MUI tidak pernah melarang warga masyarakat untuk beribadah di masjid tapi ada hal yang harus dipatuhi kalau shalat di masjid harus dalam jumlah terbatas dan jaraknya juga harus diperhitungkan. Hal ini mengurangi dari kesempurnaan shalat disamping itu pula berkumpulnya orang dengan jumlah banyak dimasa pendemi virus covid-19 akan mendatang mudharat.

“MUI tidak melarang warga untuk beribadah di masjid tapia da hal yang harus dipatuhi, jumlahnya harus terbatas jaraknya harus diperhitungkan jika jumlah dan jarak tidak bisa dijaga maka akan mendatangkan mudharat dengan terpapar covid-19, karena kita menghadapi wabah virus covid-19  Maka dari itu dihimbau untuk sementara melakukan shalat di rumah baik itu shalat jumat atau shalat tarawih.”

Pada kesempatan tersebut dibacakan pula keputusan bersama Bupati Lombok barat,Ketua DPRD lobar,Dandim 1606, Kapolres lobar,Ketua MUI dan kepala kantor kementerian agama kabupaten Lombok barat tentang Pembatasan kegiatan sosial di kabupaten Lombok barat oleh perwakilan dari Pol-PP dan apabila ada yang melanggar peraturan ini akan di tindak sesuai Undang-Undang yang berlaku.(ria/Diskominfo)

print