Hj. Hania Tunaikan Ibadah Haji dari Jual Jamu

Kediri-KIM. Jamu merupakan minuman olahan yang diracik dari berbgai bahan alami yang banyak bermanfaat bagi kesehatan. Kim Subulussalam mengungkap profil penjual jamu yang belakangan diketahui bernama Hj. Hania.

Hj. Hania sudah berpuluh-puluhan tahun menjalani profesi sebagai penjual jamu. Awalnya sejak tahun 1988 Hj. Hania menjual jamunya dengan memikul, menggendong dan pada akhirnya memilih sepeda untuk menjual jamunya secara berkeliling sejak tahun 2007. ” Usaha jual jamu keliling ini sudah saya saya tekuni sejak lama. Alhamdulillah dari menjual jamu ini saya bisa berangkat umrah dulu. Dan pada akhirnya Alloh berikan kesempatan untuk menunakan abadah haji,” kata ibu tiga anak ini di Kediri Rabu (7/2).

Menurut Hj. Hania, banyak  macam jamu yang diraciknya yang berbahan alami seperti halnya jamu temu lawak, temu putih, temu biasa, jamu kunyit, jamu yang manis dan lainnya. Bahkan untuk menghilangkan rasa pahitpun ia emilih meracik jamu manis.

Dulunya Hj. Hania mengaku menjual jamu dengan cara menggendong jamu di pundak. Namun karena terasa pegal, Hj. Hania lebih memilih sepeda gayung mengingat usia yang semakin tua dan tidak kuat berjalan saat masih muda.

Hj. Hania menambahkan, banyak kenikmatan dan keberkahan yang dirasakannya dalam menjual jamu. “Meskipun saya hanya sebagai penjual jamu, namun nikmatnya tak bisa saya gambarkan selama 25 tahun sebagai penjual jamu. Alhamdulillah Aloh enetapkan rezki dan hidup saya dari jalan sebagai penjual jamu,” ungkap Hj. Hania.

Dalam penilaian Hj. Hania, rizki itu menjadi hak dan takdir Alloh SWT. Tapi tanpa doa dan Ihtiarpun tidak bisa didapatan. “Sehingga apapun usaha sesorang itu kalau sudah Tuhan ridho pasti akan kita dapatkan hasilnya,” tukasnya. (KIM Subulussalam/Sri).

print