Inovasi Desa dari Produk Unggulan Hingga Menjual Jasa

Gerung-KIM. Bursa Inovasi Desa (BID) merupkan sesuatu yang baru dari program pemerintah. Mesdki program inimerupakan program pemerintah yang muaranya dari arus atas, namun sesunguhnya dalam implementasinya muncul dan berkembang dari bawah dari desa.

Bupati Lombok Barat melalui Asisten III Setdakab. Lobar Dr. H. Fathurrahim menilai langkah ini merupakan salah satu trobosan dan patut mendapatkan dukungan dari semua pihak karena hal ini akan memberikan warna baru bagi derap pembangunan di Lombok Barat khususnya di desa-desa. “Karena itu mulai saat ini para Kades harus merubah pola pikir untuk mampu nmembaca potensi-potensi spesifik yang ada di desa,” kata Fathurrahim pada pembukaan gelar Bursa Inovasi Desa (BID) di Gelanggang Olah Raga (GOR) mini Gerung, Rabu (7/11/2018).

Ia menilai poternsi di desa harus mampu ditindaklanjuti dengan dukungan dana Dana Desa (DD) maupun Anggaran Dana Desa (ADD) sehingga bisa memunculkan sesuatu yang baru sebagai sebuah inovasi. “Para Kades harus  berpikir inovatif tidak sekedar pengelolaan dan pertanggungjawaban dana DD dan ADD. Tapi lebih dari itu Kades diminta untuk mampu melihat potensi yg ada,” kata Fathurrahim.

Potensi desa yang ada dimaksud Fatgurrahmin yakni bagaimana memberi support yang baik bagi eksistensi potensi yang ada didesa itu sendiri. “Jadi kemampuan lebih Kades itu harus ada. Dan dalam hal ini para Kades tidak kita bebankan. Karena itu Pemerintah Daerah menyiapkan konsultan , pendamping dan semua steakholder yang terlibat utk membantu para Kades,” demikian Fathurrahim.

Asda III juga menyorot kekhasan potensi desa bias masuk pasar bebas yang bisa bersaing dengan produk-produk lainnya yang sudah terkenal. “Tapi perlu dicatat potensi desa bukan hanya sekedar menawarkan produk unggulan, namun sector jasa juga tidak kalah menariknya. Seperti potensi senidan budaya atau menjual paket-paket tour di daerah wisata,” jelasnya.

Fathurrahmim lebih jauh mjenjelaskan, jika desa mampu melihat sector jasa seperti ini, Pemerintah Daerah akan mempasilitasinya dengan mendatangkan para pelatih atau tuor yang sudah senior dan berpengalaman. “Kecualinitu potensi anak-anak muda dindesa juga bisa diberdayakandengan baik. Jadi tidak hanya dalam sektor produk nyata tapi juga di sektor jasa  lainnya. Memang tidak banyak dilirik orang tapi menghasilkan,” ungkapnya. (her/Budi D/Kim Gerbang).

print