Inovasi Desa, Gali Potensi Tularkan Kreasi

Gerung-KIM. Bursa Inovasi Desa (BID) pada dasarnya merupakan implementasi pemerintah pusat melalui Kementerian Pembangunan Desa yang tertuang dalam Rencana Program Jangka Menengah (RPJM) 2016-2019.

Guna menunjang BID ini telah dibentuk Tim Inovasi Kabupaten (TIK) yang terdiri dari instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BKBPP dan lainnya. Selain itu inovasi desa juga ada di tingkat kecamatan.

Kepala Dinas Pembangunan Masyarakat Desa (DPMD) Lombok Barat, Ir. HL. Edi Sadikin menjelaskan, inovasi desa pada prinsipnya ingin menggali potensi-potensi desa yang akan diperkuat oleh keberadaan TPID (Tim  Pelaksana Inovasi Desa). Intinya bagaimana menggerakkan potensi-potensi yang ada di desa dan diutamakan juga desa-desa yang memiliki potensi inovasi ,” kata Edi kepada KIM di Gertung, Rabu (7/11).

Menurut mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat ini, potensi desa mengangkat hal-hal yang spesifik di desa tersebut untuk bias diekspose. “Salah satunya nanti BID itu dilihat inovasi mana di desa mana yang bisa ditiru oleh desa lainnya untuk dikembangkan secara mandiri dan bias ditiru oleh desa-desa lainnya,” kata Edi.

Ia menambahkan, dalam BID tersebut terdapat beberapa klasifikasi baik A, B, C, D dan seterusnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi potensi-potensi yang layak dieksplore dari desa itu sendiri untuk bias dikembangkan dan bias memberikan sprit dan tentunya bias memberikan nilai tambah bagi masyarakat desa itu sendiri secara ekonomi. Inovasi spesifik ini juga bias bekerjasama atau ditularkan ke desa-desa lainnya meski diakui masing-masing desa memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda,” kata Edi.

Dikatakan  Edi, meskipun pelaksanaan BID ini baru berjalan setahun, namun bagaimana BID mendorong agar desa lainnya tumbuh inovasi baru. Mudah-mudahan Selain itu pula BID ini juga bertujuan untuk menjembatani kebutuhan Pemerintah Desa dan memberikan solusi bagi penyelesaian masalah serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yg lebih efektif dan inovatif.

Edi juga menjelaskan, BID juga sebagai wahana memperkenalkan inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa dan mampu menyelesaikan masalah yang mendukung kualitas pembangunan. Untuk menjaring komitmen Pemerintah Desa untuk mengadopsi atau merevitalisasi inisiatif, inovasi yang diperoleh dl BID ini. (her/Budi/KIM Gerbang)

print