Kadus Terpilih Di Desa Bajur Rata-Rata Generasi Muda

Labuapi KIM, Setelah bertahun-tahun masyarakat Desa Bajur Kecamatan Labuapi Lombok Barat memiliki kepala-kepala dusun yang berusia diatas 50an tahun, kini sejak Februari 2017 masyarakat desa Bajur akan merasakan dipimpin oleh generasi muda yang sangat energik dan berusia antara 25-42 sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Banyak cara yang dilakukan oleh panitia pilkadus untuk menjaring bakal calon yang siap  bertarung pada pilkadus serentak di desa Bajur mulai bulan Januari 2017 lalu. Seperti pemasangan spanduk-spanduk ajakan untuk mensukseskan pilkadus serentak di desa Bajur.

Namun sampai batas akhir pendaftaran calon kadus pada 28 Januari 2017 masih minim calon. Melihat keadaan ini Ahmad Juani, S.Pd.I ketua panitian pemilihan kadus mengambil keputusan bahwa pemilihan kadus tidak dilaksanakan secara serentak, namun bagi dusun yang sudah siap melaksanakan pemilihan dipersilahkan untuk melaksanakan pemilihan tanpa menunggu dusun lain yang belum siap.

Cara pemilihan kadus di wilayah desa Bajur dilaksanakan dengan dua cara yaitu penunjukan secara aklamasi dan pencoblosan.

Adapun dusun yang melaksanakan pemilihan dengan cara pencoblosan adalah dusun Mavila dan dusun Bajur Girijati. Pencoblosan didusun Mavila Rengganis di menangakan oleh Imran Jayadi, S.sos. Sedangkan di dusun Bajur girijati dimenangkan oleh Khairul Amni, S.Pd.

Adapun dusun-dusun yang melaksanakan pilkadus melalui cara penunjukan secara aklamasi adalah dusun Bajur Kalijaga, dusun Bajur Induk, Pohdodol, dan dusun Bajur Ampel. Terpilih di dusun Bajur kalijaga Suparman Wadi, didusun Bajur Induk H. Irsadi Hasan, didusun Pohdodol Muhammad Syukri, dan di dusun Bajur Ampel H Muhammad Yaqin, SIP.

Keseluruhan para kadus terpilih ini berusia muda, selesai pemilihan, Juaini ketua panitia pilkadus sekaligus sebagai sekdes Bajur menyampaikan “dengan telah terpilihnya para calon kadus menjadi kadus di masing masing dusun saya berharap ada perubahan yang terjadi dalam pemerintahan di tingkat dusun terutama terkait dengan tertib administrasi”. (Musleh KIM Al Bajuri)

print