Kampaye Stop Three End

Batu Layar KIM, Sosialisasi Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Akhiri Perdagangan Manusia dan Akhiri Kesenjangan Ekonomi yang diprogramkan dan dilaksanakan oleh Team Volountier Kecamatan Batulayar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Batulayar Jum’at 10 Februari 2017 berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

Sosialisasi yang dikontraksi dengan istilah stop three end ini menyasar siswa-siswi sebagai permulaan. Dengan penuh antusias Kepala Sekolah SMPN 1 Batulayar menyambut pelaksanaan sosialisasi. Sebagai pembuka acara, Usman, S. Pd selaku Kepala Sekolah memberikan arahan kepada anak didiknya untuk mengikuti acara dengan sebaik-baiknya. Baru kali ini ada team relawan yang mengadakan acara di sekolah kami.

Apa yang akan disampaikan oleh tim nanti merupakan bagian ilmu yang sangat bermanfaat untuk masa depan kalian, begitu urai Usman saat memberikan sambutan awal acara.

Acara dimulai dengan materi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Muhamad Maulud sebagai team volounteir Kecamatan Batulayar membahas secara detil bagaimana kasus-kasus kekerasan yang tangah viral di masyarakat. Di hadapan siswa-siswi narasumber menyampaikan materinya melalui slide.

Gaya penyampaian yang menarik dan sedikit guyon, dengan kolaborasi bahasa Indonesia, Sasak, dan Inggris membuat peserta yang hadir penuh semangat. Akhir-akhir ini kekerasan marak kita dengar dari berbagai media. Korban yang paling rentan adalah perempuan dan anak, terang Muhamad Maulud.

Sistem perekrutan, penyebab serta dampak dari kekerasan tak luput dari penjelasan mantan Kepala Seksi Kessos Kecamatan Batulayar dan Narmada tersebut. Factor ekonomi, putus sekolah, broken home merupakan indicator dari kekerasan terhadap anak, demikian lanjut Maulud.

Untuk itu sosialisasi atau kampanye ini diharapkan bisa diserap oleh siswa dan siswi setidaknya untuk mengadvokasi atau menjadi vocal point sebaya untuk menyebarluaskan kebaikan tentang pentingnya proteksi diri, keluarga dan lingkungan sekitar.

Di samping siswa-siswi, yang menjadi peserta dalam sosialisasi ini adalah tenaga pengajar yang ada di SMPN 1 Batulayar. Ibu Masnun, S. Pd salah satu guru yang ikut mendampingi kegiatan pun merasa kebagian ilmu setelah mengikuti kampanye. Ilmu kita bertambah terkait dengan kekerasan, terlebih kita selaku pendidik di lingkungan sekolah, sangat membutuhkan tambahan ilmu semacam ini, demikian urai Masnum, S. Pd.

Selain memberikan materi melalui tanyangan slide, pemateri juga memberikan materi sosialisasi melalui leaflet. Siswa-siswi yang ikut serta sebagai peserta terdiri dari 36 orang perwakilan dari masing-masing rombel yang terdiri dari 20 orang siswi dan 16 orang siswa. Acara dibuka sejak pukul 08.30 wita dipandu langsung oleh Wakil Kepala Sekolah dan diakhiri pukul 09.30 Wita.(Muhtar Juaini)

print