Kapal Pesiar Internasional Singgahi Lombok, 1400 Wisatawan Kunjungi DTW dan Kerajinan Rakyat

Gerung, Kominfo-Suara tetabuhan gendang beleq (gendang besar), menyambut 1400 lebih wisatawan mancanegara sesaat turun dari Kapal Pesiar (Curuise) Viking Orion Bergen berukuran 261 meter dengan tinggi 56 meter dan berbobot hingga 77.441 groston.
Kapal pesiar tiba di Pelabuhan Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Senin (25/3).
Kehadiran kapal pesiar internasional ini berlabuh dalam route pelayaran dari Pelabuhan Darwin di Australia menuju ke Komodo (NTT), Lombok, Benoa (Bali) dan perjalanan berikutnya.
Dari jumlah sebanyak itu 920 orang merupakan wisatawan dan 500 orang merupakan awsk kapal. Mereka diangkut menggunakan kapal scocy berukuran kecil sebanyak delapan kali. Setiap kali pengangkutan sebanyak 130-an wisatawan dibawa mendarat. Sesampainya di terminal angkut, mereka langsung dibawa menggunakan bus pariwisata yang sudah disiapkan sebanyak kurang lebih 25 bus ke destinasi wisata yang sudah ditentukan. Destinasi tersebut diantaranya ke kawasan wisata Senggigi, Lombok barat, Gili Trawangan Lombok Utara dan shoroom kerajinan tenun khas Lombok Sukarara, Lombok Tengah.
Manager Pelindo III Cabang Lembar, Rahmat menyatakan, wisatawan tersebut datang ke Lombok untuk melihat Daerah Tujuan Wisata (DTW) dan keindahan panorama alam Lombok dan melakukan transaksi bagi hasil-hasil kerajinan Lombok.
Meski kunjungan wisata dilakukannya sehari, namun secara ekonomi telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Lombok.Hal ini menunjukkan Pulau Lombok tetap menjadi destinasi wisata pilihan di industri wisata kapal pesiar,” ujarnya.
Rahmat menambahkan, kedatangan kapal pesiar yang menyinggahi Pelabuhan Lembar hingga kini sebanyak 6 kali sejak awal tahun 2019 ini. Pelindo III sebagai operator terminal pelabuhan melakukan berbagai pelayanan saat kunjungan cruise tersebut. Di dermaga tampak tersedia tenda untuk tempat transit turis penumpang kapal pesiar tersebut dan sekaligus sebagai tempat mereka berbelanja aneka kerajinan.
“Kami juga mengajak sejumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk membuka semacam artshop, karena banyak turis yang mencari oleh-oleh khas lokal. Selain itu fasilitas standar seperti pengamanan area, toilet, bak sampah, penerangan, dan jaringan wifi juga tersedia demi kenyamanan mereka,” ujar Rahmat.
Data Pelindo III Lembar menyebutkan, jumlah kunjungan cruise di Pelabuhan Lembar yaitu sejumlah 8 kapal pada 2017. Meningkat menjadi 9 kapal di tahun 2018. Pada tahun 2019 ini ditargetkan akan ada 14 kapal pesiar internasional yang berlabuh di Pelabuhan Lembar.
Disamping itu pula saat ini Pelindo III juga sedang membangun Terminal Gili Mas sebagai perluasan area layanan di Pelabuhan Lembar. Terminal tersebut akan menjadi multipurpose terminal yang melayani bongkar muat peti kemas dan pelayanan kapal pesiar internasional yang berkapasitas penumpang hingga 4.000 orang.
Pramuwisata Lombok Paradise, Mardi mengaku sangat surprise atas layanan yang diberikan kepada Lombok paradise untuk bisa membawa wisatawan ke sejumlah obyek wisata di Lombok.
“Ini artinya sebagai bukti bahwa pariwisata Lombok sudah mulai bangkit pasca terjadinya gempa. Disamping itu juga kepada para tamukita jelaskan, kondisi Lombok sebenarnya yang menyimpan berbagai unggulan pariwisata menarik dan layak untuk dikunjungi,” kata Mardi.
Operator Cruise Asia, Ketut Yasa mengungkapkan, dengan pasilitas yang dibangun di Pelabuhan Lembar akan membuat aksesibilitas kapal menjadi cepat dan nyaman. Bila cruise bisa sandar di dermaga, maka embarkasi penumpang lebih mudah dan lebih cepat.
Kepala Dinas Pariwisata, NTB, Lalu Mohammad Faozal terpisah menyatakan, guna menunjang lancarnya kunjungan ­cruise, Dinas Pariwisata Provinsi NTB selalu bekerjasama dengan instansi terkait untuk melakukan penyiapan 3A yakni atraksi, amenitas, aksesibilitas atau ragam atraksi wisata, fasilitas penujang akomodasi, dan konektivitas infrastruktur untuk mencapai destinasi.
“Pemerintah tetap berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Lombok. Agar dengan hubungan yang dinamis maka kerja bersama demi pengembangan pariwisata dapat terarah dan memberikan manfaat kepada masyarakat secara ekonomi,” kata Faozal. (herrrry/Kominfotik)

print