Karang Taruna Karang Bongkot Gelar Peresain se-Lombok

Labuapi- Kim. Presean merupakan suatu budaya unik yang hanya ada di pulau Lombok dan terus menerus di lestarikan oleh warga Karang Bongkot. Keunikan budaya tersebut karena adanya pertarungan antar para pepadu (petarung, red) dengan hanya dibekali sebuah rotan dan prisae/ende (alat untuk menangkis, red). Orang yang bertarung tersebut diistilahkan sebagai pepadu.
Ketika pertarungan antar pepadu diharuskan memakai sarung dan penutup kepala dari sarung yang dikekenal dengan sapuk  (ikat kepala) tanpa memakai baju. Sehingga luka bekas rotan bisa disaksikan oleh penonton dan bisa menjadi penilaian tersendiri bagi penonton siapa yang memenangi pertarungan tersebut.
Walaupun pertandingan berlangsung sengit saat pertarungan berlangsung. Namun setelah, pertarungan usai para pepadu yang beradu tak lupa bersalaman. Dengan demikian tak menyisakan rasa dendam  antar pepadu.

Sebagaimana diketahui Gelar Tarung Perisaian antar pepadu se-Pulau Lombok dibuka BupatiLombok Barat H. Fauzan Khalid di Padepokan Peresaian Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi., Minggu (19/2) lalu hingga 19-28 Februari. Kegatan ini disupport Dr. Zulkiflimansyah salah seorang anggota DPR RI putra NTB Dapil Banten.

Ketua Karang Taruna Karang Bongkot, Beri kepada KIM Al-Falah Labuapi Selasa (22/2) menjelaskan,  tujuan diadakannya even Peresean tersebut, sebagai wadah menumbuh-kembangkan bakat pemuda desa Karang Bongkot yang sudah dikenal sebagai lumbung pepadu di pulau Lombok. “Presean ini diselenggarakan sebagai motivasi bagi pemuda kita sehingga tumbuh terus keinginan untuk berlatih dalam tarung presean. Mengingat Desa Karang Bongkot terkenal sebagai lumbung pepadu,” kata Beri.

Beri menambahkan, selain sebagai motivasi, peresean bisa bermakna sebagai ajang sillaturrahim antar pepadu khususnya se-Pulau Lombok dan kegiatan yang dilakukan ini merupakan program Karang Taruna Karang Bongkot setiap tahunnya.  “Dengan semangat dan kerja sama Karang Taruna Desa Karang Bongkot, para penonton umumnya merasa puas dengan fasilitas dan sambutan serta pelayanan panitia,” ujarnya.

Eboh salah seorang penonton peresian yang jauh-jauh  datang dari Pringgerata,  Lombok Tengah kepada KIM mengaku puas dengan fasilitas dan keamanan yang ada selama ini walupun tiketnya murah. “Walupun bayar tiket masuknya murah saya merasa puas karena tempat dan pelayanan yang baik dari panitia” paparnya.  (Abrar, KIM Alfalah-Labuapi)

print