Klinik Apung Layanan Kesehatan Pulau Terpencil di Lombok Barat

Lembar, Kominfotik. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  PT Kimia Farma (Persero) Tbk, Dompet Dhuafa dan Rumah Cerdas bersinergi dan saling bekerjasama menyiapkan layanan kesehatan berupa “Klinik Apung” di Pelabuhan Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Klinik Terapung ini menjadi misi kemanusiaan bersama dalam upaya merningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Bupati Lombok Barat diwakili Kepala Dinas Keehatan H Rahman Sahnan Putra, SKM, M.Kes menyatakan, wilayah selatan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terkenal dengan banyaknya pulau pulau kecil yang memberikan tantangan bagi pemerintah maupun masyarakat dalam akses pelayanan kesehatan bagi warga pesisir.

“Pelayanan kesehatan di kabupaten Lombok Barat khususnya adalah layanan yang bukan hanya dilaksanakan oleh jajaran pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan stekoulder termasuk partisipasi masyarakat. Dan dihari ini dalam rangka meningkatkan akses pelayanan kepada masyarakat diwilayah pulau pulau di kabupaten Lombok Barat melalui Klinik Apung,” kata Rahman Sahnan Putra pada peresmian Klinik Terapung di Pelabuhan Lembar, Kamis (4/4/2019).

Dikatakan Rahman, Klinik  Apung merupakan konsep pelayanan yang sangat strategis. Mengingat dimana diwilayah selatan kabupaten Lombok Barat banyak pulau pulau kecil yang belum memiliki fasilitas pelayanan kesehatan kurang lebih ada 27 pulau pulau kecil diwilayah selatan mulai dari Lembar sampai dengan Sekotong.

Rahman memaparkan, diwilayah selatan ada dua Puskesmas yaitu Puskesmas Sekotong dan Puskesmas Pelangan, ada beberapa Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Kesehatan Desa yang sudah terbangun memberikan akses pelayanan kepada masyarakat.

Rahman Sahnan berharap, dengan beroprasinya Klinik Apung bisa memberikan kontribusi yang tinggi dalam upaya ikut serta meningkatkan drajat kesehatan masyarakat khususnya di Kabupaten Lobar. Rahman Sahnan juga mengingatkan kepada semua pihak yang terkait sebelum beroprasi klinik apung untuk segera berkoordinasi terkait ijin operasional, pemenuhan aspek administrasi diselesaikan sehingga tidak mengalami hambatan dalam pelayanan dan secara regulasi klinik apung bisa terlaksana dan bisa dikategorikan klinik apung ini termasuk dalam klinik pratama.

Direktur Umum dan Human Capital PT Kimia Farma Persero Arief Pramuhanto mengatakan, sangat mengapresiasi ungkapan Kadikes Lobar supaya klinik apung setara dengan klinik pratama. Sebagai BUMN di bidang farmasi, Kimia Farma bertekad turut andil dalam menyehatkan masyarakat di seluruh wilayah dari semua kalangan.

Menurut Arief Pramuhanto, Klinik Apung akan menjangkau tujuh wilayah di pulau-pulau kecil yang ada di Lombok Barat seperti Telaga Lupi, Teluk Gok, Gili Nanggu, Gili Gede, Gili Asahan, Bangko-Bangko, dan Geresak, dengan jumlah penduduk sekira 900 Kepala Keluarga (KK).

“Saya berharap melalui Klinik Apung ini, masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan spesialis, pelayanan kesehatan ibu dan anak, pelayanan gawat darurat dan pelayanan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan. Klinik Apung juga menyediakan Taman Baca untuk anak-anak yang bermukim di pulau-pulau yang dikunjungi,” harap Arief. (Angge/her/Kominfotik)

print