KTP Manual dan Tanda Tanya di Pemilukada 2018

Kediri, KIM. KTP (Kartu Tanda Penduduk ) atau Kartu Pengenal, sebagai penduduk di wilayah Setempat. Tahun 2012 Pemerntah mulai memprogramkan E-KTP dengan langsung perekaman ke masng-masing Camat. Akan tapi tahun itu banyaknya masyarakat menggunakan KTP manual dan itupun masih diperkuat statusnya sebagai KTP yang sah.

Pada tahun 2017 tidak diberlakukan lagi KTP manual karena program E-KTP sudah online dan mendunia  sehingga keberadaan KTP Manualpun masih di pertanyakan ke absahannya dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2018.

Jumat, (9/2) dilakukan Rapat Musyawarah Penyelenggara PPK Kecamatan Kediri yang di hadiri seluruh PPS se-Kecamatan Kediri di Aula Kantor Camat Kediri yang diikuti 30 orang peserta. Pada kesempatan tersebut hadir  Amrullah,S.Pd, Devisi Data KPU.

Rapat membahas tentang Keabsahan KTP manual dalam Pemilukada. KTP manual yang masih ada di tengah-tengah masyarakat Kecamatan Kediri ini memang masih menjadi perdebatan yang tertuang dalam Per-KPU. Adapun masyakat yang menggunakan KTP manual ini akan di masukkan pada AC KWK yang sudah memiliki format dalam Per-KPU tahun 2012.

“Dan disini jangan sampai KTP manual ini membuat hilangnya hak pilihnya seseorang. Saat ini ada aturan ketika tidak memiliki E-KTP dalam pendataan akan tetapi bisa memakai Suket (Surat Keterangan) dari Duk Capil itu sebagai pengganti dari E-KTP. Jadi dalam Pemilukada terkait KTP manual akan berada dalam form yang sudah disediakan. Terkait keabsahan dalam Pemilukada masih belum ada kepastian pula karena sewaktu-waktu kita bisa memakai Surat Edaran dari pusat,” ujarnya.

Jadi KTP E adalah Kartu Tanda Penduduk yang sudah absah tetpakai dalam Pemilukada maka bagi Masyarakat yang belu. perekaman mari perekaman meskipun belum bisa di terbitkan KTP E srcara langsung setidaknya ada Suket sebagai pengganti jangan sampai hak pilih kita hilang dikarenakan belum ada KTP (KIM Subulussalam /Sri).

print