Lobar Butuh Skatepar

Gerung KIM – Semangat Asian Games masih terlihat pada Ivan. Pemuda 25 tahun lulusan SMKN I Kuripan asal Dusun Karang Makam, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan ini terus memacu papannya di tengah keramian para pengunjung Taman Kota Gerung. Dia terus berlatih berbagai macam atraksi di atas papan skatenya demi menjadi pemain skate handal nantinya.

Permainan Skateboard yang ditemukan oleh peselancar dari California, Frank Naswonty pada tahun 1940 ini menjadi tren di era kekinian. Terlihat sejak awal tahun 1980-an permainan ini mulai masuk ke Indonesia. Barulah di tahun 2018 ini skateboarding untuk pertama kalinya dipertandingkan pada event Asian Games di Jakarta-Palembang.

Tidak adanya arena skateboarding tempat untuk berlatih membuat para pemain skate ini kesulitan untuk menyalurkan hobinya. Ivan salah satunya, ia mengeluhkan keadaan Kota Gerung yang memilki banyak pemuda untuk menyalurkan bakat bermain skate ini tidak memilki arena bermain skate atau Skatepark.

Sejak membeli papan skate pada tahun 2016 lalu, Ivan giat berlatih. Pria yang bekerja di Pelabuhan Lembar ini memilih berlatih pada hari libur demi mengasah dan mempelajari trik-trik yang kerap dipertontonkan para pemain skate kelas dunia.

Tetap Semangat

Taman Kota gerung yang menjadi pusat rekreasi berada di jantung Kota Gerung kerap menjadi tempat bermain skate. “Area Taman kota adalah salah satu alternatif untuk bermain skateboard,” tutur Ivan. Keadaan samping taman yang terbuat dari keramik membuat salah satu pemain skate ini kerap kali bermain di sana.

Ivan yang bermain skate di area taman kerap menjadi tontonan para pemuda yang sedang nongkrong, ngopi, dan berpacaran di area Taman. “Dulu saya pernah berlatih di dalam Kantor Bupati (Bencingah) namun diusir oleh para POLPP,” tutur Ivan seusai berlatih di Taman Kota Gerung, Minggu (6/10/2018).

Salah satu yang menyaksikan atraksi Ivan, Ayem mengatakan keprihatinan terhadap kondisi Taman, “Seharusnya kita (warga lobar) menyediakan arena khusus untuk bermain skate,” tutur Ayem. Hal ini menandakan bahwa kepedulian Ayem terhadap hobi baru yang menjadi andalan Indonesia pada Olimpiade di Jepang 2020 nanti.

Harapan Ayem untuk pemuda Lobar agar bisa menjadi penyumbang atlet di berbagai event , baik lokal maupun nasional. Lobar yang miskin atlet membuat para pemain skate dan BMX harus mendapatkan arena atau akses untuk berlatih. “Kita tahu, pada Asian Games lalu, Lobar hanya menyumbang tiga atlet, itupun cabang Voly dan karate,” tutur Ayem.

“Kita memiliki banyak pemuda, namun hobinya hanya nongkrong, ngopi, fotoan, pacaran, bahkan kebut-kebutan tidak karuan di jalan, seharusnya pemerintah memperhatikan itu,” tutur Ayem dengan nada prihatin.

Ivan yang tergabung bersama para komunitas skate Gerung dan Kuripan sudah meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab) untuk dibangunkan arena skatepark, namun tak kunjung diperhatikan. “Saya kesulitan, saya sebagai warga Lobar harus berlatih ke Mataram bersama komunitas Gerung dan Kuripan, itupun arena di Mataram Mall lantai 3 sudah banyak yang rusak,” tuturnya.

Dengan wajah senyum, Ivan terus berselancar di atas papan skatenya. Pemuda yang bercita-cita menjadi pemain skate handal ini memberikan kami tontonan menarik di samping taman. “Ivan dan ratusan pemuda lainnya masih punya harapan selama kita peduli terhadap olahraga,” tutur Ayem. ( Ahmad Viqi Wahyu Rizki, KIM LINTAS DESA)

print