Lomba Masak Serba Ikan Turunkan Tingkat Stunting

Gerung, Diskominfo – Kampanye gerakan mengkonsumi ikan atau gemar makan ikan terus dilakukan dengan berbagai program. Salah satu program mengkampanyekan makan ikan di Kabupaten Lombok Barat dengan melaksanakan Lomba Masak Serba Ikan. Thema lomba tersebut adalah menu masakan ikan untuk kesehatan masyarakat dalam mencegah stanting dan kesehtan anak.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Lombok Barat Ir. H Subandi ketika memberikan laporan pada acara Lomba Masak Serba Ikan di Halaman Rumah Kemasan Penginges Rue Jalan Selaparang Kelurahan Gerung Selatan Kecamatan Gerung, Rabu (28/8/2019).

Dikatakan,  Lomba Masak Serba Ikan pada tahun ini merupakan yang ke lima kalinya. Lomba tersebut diselenggarakan karena Ikan merupakan bahan makan yang harus di pertahankan karena mengandung banyak manfaat terutama dalam meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak.

“ Thema lomba masak serba ikan adalah  menu masakan ikan untuk kesehatan masyarakat dalam mencegah stanting dan kesehtan anak.    Tujuan meningkatkan keterampilan memasak bahan baku ikan, menganekaragamkan masakan berbahan ikan,   menyebarluaskan informasi mendukung pemanfaatan sumberdaya ikan serta melakukan kampanye gemar makan ikan.  Sasarnnya menciptakan keanegaragaman menu masakan berbahan baku ikan”, ungkapnya.

Dikatakan pula, menu yang dilombakan sebanyak tiga katagori yaitu menu keluarga, menu kudapan dan balita.  Sementara peserta lomba dari seluruh Kecamatan yang ada di Lombok Barat.  Pemenang lomba masak serba ikan akan mewakili Lombok Barat pada Lomba di tingkat Provisni NTB. Bila memenangkan Lomba did Tingkat Provinsi  akan maju ke tingkat nasional yang rencananya diadakan di Makasar.

Menurut Subandi, tahun ini Lombok barat mendapat kepercayaan dari Forum Gemar Makan Ikan (FORIKAN) Nasional akan dilakukan santunan pada tanggal 17 September mendatang dalam rangka membantu pengurangan tingkat stanting yang ada di Lombok barat.  Ada empat desa terdapat stanting yaitu Desa Gili Gede, Buwun Mas, Penimbung dan Desa Mambalan. Paling banyak stantingnya ada di Desa Kuripan 280 orang, Desa Buwun Mas 251 orang dan Desa Mambalan 38 serta Desa Penimbung sekitar 58 orang.

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Barat Hj. Sukerniati Moh. Taufiq dalam sambutannya mengatakan, ikan merupakan sumber protein  hewani yang mengandung mineral dan vitamin yang dibutuhkan tubuh terutama pada anak-anak di masa pertumbuhan atau 1000 hari pertama kehidupan. Selain sumber protein yang murah, ikan mengandung asam amino lemak assensial, omega 3, omega 6, omega 9 yang bermanfaat untuk pertumbuhan sel sel otak. Mineral yodium, faspor, zat besi dan kalsium bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada anak.   Penting meningkatkan gemar makan ikan di Lombok Barat agar bebas stanting sampai tingkat desa.

“pentingnya makan ikan, maka perlu meningkatkan gerakan gemar makan ikan atau gemar ikan agar Lombok Barat bebas stanting sampai ke tingkat desa,” ungkapnya.

Dikatakan pula, standing adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek daripada usianya.  Stanting disebabkan oleh factor multi dimensi sehingga penangananya dilakukan oleh multi sector. Penyebabnya antara lain praktik pengasuhan yang tidak baik,  terbatasnya pelayanan kesehatan dan kurangnya akses makanan bergizi serta kurangnya akses air bersih dan sanitasi.

Menurutnya, Tim Penggerak PKK dari Kabupaten sampai Desa memegang peran penting dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga stanting dengan memahami betapa pentingnya makan ikan sebagai asupan gizi anak. Mendorong tingkat konsumsi ikan  Tim Penggerak PKK kecamatan dan desa perlu dibekali dengan keterampilan dan keahlian sehinga menjadi  leader dalam membentuk generasi sehat kuat dan cerdas dalam menghadapi tantangan kedepan.

Sekda Lombok Barat H. Moh. Taufiq dalam sambutannya menyatakan, potensi perikanan di Lombok Barat sangat besar.

“Kita punya panjang pantai sekitar 190 km dari utara sampai selatan. Kita punya potensi perikanan air payau lebih dari 800 hektar. Potensi air tawar lebih dari 12 ribu hektar. Semua itu dalam rangka meningkatkan produksi perikanan”, ungkapnya.

Menurutnya, perikanan tidak hanya bicara produksi tetapi juga bicara pengelolaan dan pemasaran. Dirinya mengimpikan di Lombok Barat ada tempat kuliner khusus yang menjadi model. Taufiq memerintahkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan untuk mencari tempat itu.

“Coba carikan satu titik saja untuk dikembangkan. Bila ada tamu bisa diarahkan ketempat itu untuk makan ikan.  Tempat mangkal yang dikelola dan melibatkan pemerintah.   Tempatnya yang nyaman, bernilai seni dan ditata sedemikian rupa, orang pasti banyak yang datang makan. Supaya kalau kita mau makan enak ada tempat dan Pemda intervensi di dalamnya, tempat itu menjadi kebanggaan,” terangnya.

Dalam acara lomba masak serba ikan tersebut Taufiq menghimbau masyarakat untuk makan ikan.Ikan banyak mengandung vitamin, protein dan mineral  yang sangat berguna untuk kesehatan terutama adanya omega 3 dan 6 yang dikandung bahan ikan tersebut. Diharapkan menu sehari ada ikan didalamnya sehingga kelak tercipta masyarkat yang sehat dan cerdas. Kominfo/Rasidibragi.

print