Madu Asli trigona Karang Bayan

Lingsar-KIM. Menggapai kesuksesan ternyata tidak harus dengan memiliki banyak pekerjaan tapi satu saja pekerjaan jika kita tekuni insya Allah kesuksesan itu dapat kita raih.

Seperti Swadi misalnya, warga desa Karang Bayan ini mencoba membangun ekonomi mandiri dengan beternak tawon trigona yang dalam bahasa sasak disebut nyantleng atau ada juga yang menyebutnya teledan.

Usaha ini sudah dilakoni Swadi kurang lebih enam tahun dan menuai hasil yang cukup gemilang, dan dengan membangun usaha ini secara tidak langsung memberi efek yang sangat positif yaitu menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga Karang Bayan lainnya.

Saat kami hubungi di kediamannya Swadi menceritakan banyak hal terkait usahanya itu, tentang tata cara memelihara tawon trigona sampai cara mengambil madu yang benar sehingga tidak heran jika lokasi usahanya itu sering dikunjungi oleh tamu dari semua daerah yang ada di NTB bahkan luar NTB baik yang datang untuk membeli madu maupun yang datang untuk belajar tentang tata cara beternak madu trigona tersebut.

Sedangkan untuk omset perharinya menembus angka yang sangat pantastis yaitu Rp.1000.000 sampai 1.500.000 perharinya seperti yang kami saksikan saat berkunjung ketempatnya Kamis 28/09/2017 salah seorang konsumennya yang berasal dari kota Mataram membeli madu seharga Rp.1000.000,

“Hampir tiap hari saya kedatangan tamu baik yang bertujuan untuk membeli madu maupun yang datang sekedar untuk belajar, dan ada juga yang datang untuk membeli induk tawon trigona ini sekalian sama tempatnya, bahkan saat ini saya dapat pesanan dari penangkar pulau Sumbawa 2000 bok untuk indukan” ungkap Swadi panjang lebar.

Terkait harga indukan Swadi menjual seharga Rp.200.000/boknya, jika dikalikan 2000 bok tentu akan muncul angka yang sangat pantastis.
KIM Linsar Lestari/Sapar.

print