Maksimalkan Sumberdaya Lokal Bernilai Ekonomi

Mataram-Kominfo. Dialog Interaktif ini dipasilitasi Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfo dan Statistik) dilaksanakan di Studio Lombok TV,  Selasa (20/6). Nara sumber yang dihadrkan terdiri dari  Dr. H. Baihaqi, MM Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Barat, AKP Purbo Wahono Kasat. Narkoba Polres Mataram dan Drs. Rasidi  Kabid. IKP Diskominfo Statistik Kabupaten Lombok Barat. Themanya Peran Masyarakat Dalam Meningkatkan Potensi Sumberdaya Lokal Dalam Meningkatkan Nilai  Ekonomi Masyarakat.

Dipandu Moderator Syahdan dari Lombok TV tersebut, Kepala Bappeda Lombok Barat H. Baihaqi menjelaskan, arah pengembangan ekonomi di Lombok Barat saat ini mengarah ke hal-hal positif. Tidak menyalahgunakan potensi sumberdaya alam Lobar itu untuk hal-hal yang negatif. Seperti air aren dijadikan tuak yang memabukkan dan menimbulkan ekses negatif bagi penggunanya. Pemda Lobar mempasilitasi agar air aren ini bisa dijadikan sebagai ruang mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat yang bisa memberikan nilai pendapatan yang semakin membaik bagi masyarakat. Diantaranya air aren dijadikan sebagai gula aren dan gula semut yang bisa bersaing dan diminati pasar. Air Aren bisa dikelola secara lebih komprehensif agar produknya bisa bermanfaat secara positif bagi masyarakat.

Potensi sumberdaya alam Lobar yang cukup cerah ini harus bisa bersinergi dengan Pemerintah daerah termasuk di dalamnya semua SKPD, swalayan modern dan seluruh ASN dan masyarakat Lobar untuk mengakomodir produksi sumberdaya alam Lobar.

Pemda Lobar ingin mensejahterakan masyarakat bagaimana produksi masyarakat kita akomodir. Melalui Kapasity Building kita tingkatkan seperti permodalan, kelembagaan keterampilan peningkatan SDM kita terus berikan sehingga produk lokal bisa menjadi tuan di negeri sendiri dan menjadi tuan di daerah atau bahkan negara lain.

Jadi Pemkab  Lobar saat sekarang ini berupaya meletakan kebijakannya terutama yg terkait dengan kesejahteraan masyarakat untuk menngkatkan pengelolaan pasca panen khususnya pada sekor pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan. Sehingga ini akan memiliki nilai jual atau nilai ekonomis yang tinggi. Kalau kita tak tingkatkan pengelolaan pasca panen ini maka masyarakat tidak akan bisa meningkatkan nilai jual, meningkakan nilai pendapatan, menyerap teaga kerja, mendongkrak pertumbuhan dan mengurangi kemiskinan.Kepada semua masyarakat Lobar yang memproduksi air aren Pemda akan segera meluncurkan kegiatan-kegiatannya baik di APBD perubahan dan APBD murni 2018.  Kita akan olah menjadi pengolahan pasca penyadapan air aren menjadi gula aren dan produksi akhirnya menjadi gula semut.

Sementara itu Kasat Narkoba Polres Mataram, AKP Purbo Wahono menyatakan, pihaknya sebagai penegak hukum dan pemeriksa mengajak masyarakat untuk merubah pola pikir yang dari dulu bisnis tuak itu menguntungkan tapi juga mensensarakan haruslah dirubah menjadi produksi yang menguntungkan dan mensejahterakan masyarakat. Sehingga melalui kesempatan ini kami menghimbau agar mengubah pola pikir dengan cara tidak usah memproduksi lagi tuak tapi merubahnya menjadi gula aren dan gula semut.

Kewajiban Polisi untuk menegakkan aturan dan bagi yang melanggar kita akan proses. Air aren dijadikan uak merupakan minuman yang memabukkan dan bisa menimbulkan aksi kejahatan dan kekerasan. Karena itu Polres Mataram berupaya untuk menekan peredaran miras ini agar tidak menimbulkan efek yang merugikan dan meresahkan masyarakat. (her/Kominfo)

print