Mandiri Hanya Dari Pengerajin Gangsing

Sekotong – KIM. Gangsing merupakan alat permainan terbuat dari berbagai jenis kayu. Mainan tersebut mampu berputar
secara berkeseimbangan pada satu titik setelah digerakkan dengan seutas tali. Dahulu gangsing kerap dimainkan anak-anak dan orang dewasa.

Seiring membanjirnya masyarakat bermain gangsing, Sudirman adalah pengrajin gangsing asal Madak Belek Desa Cendi Manik Kecamatan Sekotong.

Sudirman adalah salah satu pengrajin gangsing di Dusun Madak Belek.  Sudirman sendiri hanya menjadi pengrajin gasing sejak musim gangsing saja. Pria berusia 38 tahun membuat gangsing dengan alat seadanya. Perharinya Sudirman menghasilkan uang 100 ribu rupiah dari hasil penjualan atau pemesanan gangsingnya. Ukuran gangsing yang kecil seharga Rp5.000 dan ukuran besarnya Rp7.000.

Ayah 2 anak ini  tiap hari rumahnya selalu dibanjiri anak-anak maupun orang dewasa yang datang membuat atau  membeli gangsing, biasanya pembeli menggunakan untuk beradu ketangkasan.   Gangsing buatan Sudirman  merupakan gangsing yang bagus, ada  berbentuk bulat dan lonjong.

Sudirman mengatakan membuat kerajinan gangsing sudah tekuninya sejak kecil  dan pelajari cara membuat gangsing sejak berumur 17 tahun.

“Setiap harinya anak-anak maupun pemuda yang hobi gangsing berdatangan untuk membuat Gangsing bahkan dari pagi sampai malam kadang-kadang saya kualahan melayani warga.  Perharinya saya  mendapatkan upah paling sedikit 100.000 dari pembuatan gangsing”, ungkapnya ketika ditanya di rumahnya 28/5. KIM Sekotong Bersatu/Sadri

print