Masih Tetap Bertahan Di Pengungsian

Narmada-KIM. Lombok telah diguncang gempa lebih dari dua ribu kali  dengan dengan ratusan kali gempa yang dirasakan. Sekitar 564 orang meninggal dunia, ribuan rumah rusak dan ratusan ribu warga tinggal dibawah tenda pengungsian. Akibat yang ditimbulkan gempa tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, namun juga menyebabkan trauma psikologis yang luar biasa.

Rasa takut, khawatir, trauma dan rasa sedih akibat kehilangan orang yang dicintai dan sayangi. Sudah sebulan lebih warga Lombok merasakan hal tersebut membuat mereka belum berani memasuki rumahnya meski hanya mengalami rusak ringan. Karena rasa trauma itu membuat warga masih tetap bertahan di bawah terpal pengungsian.

Seperti yang dialami warga Desa Mekar Sari Kecamatan Narmada, sampai saat ini warga masih tetap bertahan di pengungsian. Tenda-tenda warga masih berjejer tidak beraturan di pinggir jalan, depan halaman rumah, tempat-tempat kosong dan bahkan bekas kandang sapi pun tidak luput dari deretan tenda pengungsian, yang penting warga merasa aman dari reruntuhan saat terjadi guncangan gempa susulan.

“Warga masih belum berani tidur dirumah masing-masing karena mash trauma adanya gempa susulan”. Tegas Edy Susanto Kepala Dusun Pemangket Karang Luah Desa Mekar Sari Narmada saat ditemui di Kantor Desa (27/9).

Desa Mekar Sari termasuk salah satu desa di kecamatan Narmada  yang mengalami dampak dari goyangan gempa berkekuatan 7.0 SR, ada ratusan rumah di desa itu mengalamai kerusakan baik rusak berat, sedang dan ringan.

Saat ini warga sangat membutuhkan trauma healing untuk mengembalikan rasa ketakukan berlebih akibat musibah gempa, disamping itu juga warga butuh kepastian dari pihak pemerintah mengenai bantuan perbaikan rumah yang telah dijanjikan. Satar/KIM Mekar Sari

print