Masyarakat Bajur Bermunajat Untuk Keselamatan Negeri

Labuapi-KIM. Musibah gempa yang menimpa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan provinsi Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu yang menyebabkan banyak korban berupa harta dan nyawa. Atas musibah ini banyak orang menjadi simpati dan memberikan bantuan berupa harta dan doa, tak terkecuali warga masyarakat Desa Bajur kecamatan Labuapi Lombok Barat yang tergabung dalam jamaah pengajian majelis Baiturrahman mengadakan munajat untuk keselamatan warga Lombok dan Sulawesi dan seluruh bangsa Indonesia secara umum pada Jumat, 05/10 bertempat di lapangan umum Desa Bajur.

Acara ini diadakan serangkaian dengan peringatan dua tahun Majelis Masjid Baiturrahman. Menurut ketua panitia Habiburrahman, M.Pd menyebutkan “acara ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mensyukuri nikmat Allah berupa keistiqomahan masyarakat desa Bajul dalam menjalankan pengajian selama dua tahun berturut-turut yang dilaksanakan setiap malam Sabtu┬ádan diadakan juga munajat untuk kebebasan dari bencana gempa yang selama ini menimpa kita”. Tegas Habib panggilan akrab dari ketua panitia.

Acara dimulai pukul 20:30 diawali dengan penampilan tari islami oleh anak-anak dari diniyyah al hakimi asuhan ustaz Ibnu Hakim dari dusun Bajur Induk dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh putri-putri dari karang taruna desa Bajur. Dilanjutkan dengan pembacaan maulidan yang dipimpin oleh TGH Zafrul Fauzan Tabrani dari Pagutan cucu dari ulama ternama TGH Abhar.

Dalam acara ini para tuan guru yang biasanya rutin mengisi pengajian di Majlis Baiturrahman secara bergantian diberikan menyampaikan materinya yang dimulai dari TGH Ahmad Khairil Abrar dari Desa Telaga Waru. Dalam penyampaiannya TGH Abrar mengajak para hadirin untuk menghadapi segala musibah dengan penuh kesabaran.

Sementara itu Tgh Mujiburrahman dari Sekarbela Kota Mataram dalam pidatonya mengajak seluruh hadirin untuk memahami dan mengambil hikmah dari musibah gempa yang menimpa pulau Lombok. Dalam pidatonya Tgh Mujib membuat sebuah analogi, “disini ketika terjadi gempa, kita berlarian kesana-kemari ketakutan padahal teman kita banyak apalagi nanti ketika berada di kubur bagimana takutnya kita karena kita sendirian, karenanya marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita “. Pintanya.

Tgh Muammar Arafat,SH, MH tampil pada sesi terakhir membawakan munajat. Muammar mengawali pidatonya sebelum munajat mengajak semua hadirin untuk memperhatikan kata-kata sederhana tapi memiliki makna yang sangat dalam seperti ucapan assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh memiliki makna keselamatan, rahmat Alloh dan keberkahan Alloh hanya untuk kalian. Muammar mengajak para hadirin membaca beberapa kalimatun toyibah dan ditutup dengan syair pengakuan dosa dari Abu Nawas. Acara ditutup dengan pembacaan doa. KIM Albajuri-Musleh

print