MEMANFAATKAN FASILITAS GOOGLE CLASSROOM MTs. PONDOK PESANTREN AL AZIZIYAH PUTRA KAPEK LAKSANAKAN UJIAN SECARA ONLINE

Gunungsari – Diskominfotik KIM Gunungsari. Pandemi covid-19 tidak menyurutkan para siswa untuk mengikuti ujian akhir

Madrasah Tsanawiah (MTs) Pondok Pesantren (Ponpes) Al Aziziyah Putra Kapek melaksanakan kegiatan Ujian Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021 online dengan penerapan protokol kesehatan ketat di Laboratorim MTs Al Aziziyah Putra, Kapek Atas, Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Senin (15/3/2021).

Ujian akhir Sekolah berbasis Komputer dilaksanakan secara online dengan fasilitas google classroom.

Hari pertama ujian diawali dengan briefing atau arahan oleh Panitia Ujian. Pelaksanaan Ujian Akhir  berlangsung dari 15 Maret hingga 24 Maret 2021. Meskipun proses pembelajaran sempat dialihkan kembali ke mode daring akibat merebaknya wabah COVID-19, namun tidak terlalu berpengaruh terhadap program sekolah. Santri tetap belajar setiap hari di asrama, dan dibimbing oleh Guru secara daring di sekolah. Tentu saja siswa harus berusaha ekstra, membaca buku pelajaran lebih banyak daripada biasanya. Atau menjelajahi dunia maya usai pelajaran inti menghafal al qur’an.

Santri tetap datang kesekolah untuk mengikuti ujian secara online di Lab komputer, tentunya dengan mengedepankan protokol COVID 19. Hal ini dilakukan agar penilaian tetap objektif, setidaknya dengan adanya COVID 19 ini santri dan guru tetap mengedepankan kualitas pendidikan meskipun masa pandemi belum berakhir. Sekolah dituntut untuk tetap mendapatkan kualitas pendidikan yang ditetapkan. Kita semua tetap berharap, pademi COVID 19 ini cepat berakhiur, sehingga pendidikan kembali seperti biasanya.

Muhammad seorang siswa menjelaskan,

“Lebih mudah mengerjakan soal-soal ujian dengan online. Tidak lelah lagi dalam menjawab soal yang menggunakan kertas,” tuturnya.

Senada dengan santrinya Erwin yang merupakan guru MTs Al Aziziayah Putra mejelaskan, “Jika ujian menggunakan kertas itu membutuhkan biaya lebih besar dalam penyelenggaraannya dalam artian kita meyiapkan kertas ujian, biaya print/copy, biaya pengawas, dan biaya koreksi. Ini membutuhkan dana yg lumayan yang di ambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kalau pakai online bisa menghemat biaya kertas, dan bisa kita alihkan pada pembiayaan lainya,” tuturnya.

Ujian online menggunakan fasilitas google classroom dengan memberikan link kepada siswa, dimana  penilaiannya sudah secara langsung oleh system sehingga guru tidak perlu disibukkan untuk mengoreksi kertas kerja siswa.

“Ujian online menjadi kemudahan dalam sistem penilaian, diamana guru tidak perlu mengoreksi kertas hasil ujian santri karena sistem akan langsung memberikan penilaian  terhadap hasil kerja santri saat usai menjawab soal-soal.” Tutupnya. (Diskominfotik/KIM Gunungsari/YL)

print