Membaca Al Qur’an Dalam Acara Nyiwak

Lingsar-KIM. Teradisi nyiwak dalam rangka memperingati sembilan hari meninggalnya seseorang masih tetep lestari diberbagai tempat di Lombok, walaupun ada sekelompok orang menilai bahwa teradisi nyiwak merupakan sesuatu yang salah, namun bagi masyarakat pada umumnya menilai bahwa teradisi nyiwak merupakan teradisi yang baik sebab dalam pelaksanaannya di isi dengan hal-hal yang baik yaitu membaca Al Qur’an, tahlil dan do’a.

Seperti yang di lakukan oleh Samsudin salah seorang waga dusun Lingsar timur kecamatan Lingsar Lombok bara.

Dalam rangka memperingati sembilan hari meninggalnya sang ayah Samsudin bersama keluarga dan beberapa masyarak Lingsar yang di undang menggelar acara nyiwak dengan membaca Al Qur’an 30 juz yang kemudian dilanjutkan dengan tahlil dan do’a yang semua pahalanya dihadiahkan untuk almarhum sang ayah.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat Junaidi berharap supaya teradisi ini tetap lestari dan diteruskan oleh generasi-generasi berikutnya “Kita semua berharap mudah-mudahan teradisi ini dapat dilanjutkan oleh generasi-generasi kita sehingga teradisi ini tetap lestari sampai seterusnya” ungkap junaidi.

Menanggapi tentang adanya faham-faham baru yang menyalahkan tentang teradisi ini junaidi menganggap itu adalah sebuah pendapat yang tak beralasan “Setiap kebaikan itu pasti bernilai baik, masak orang baca Qur’an, tahlil dan do’a dikatakan salah, apa alasan mereka?” Ungkap junaidi sembari tersenyum. KIM Lingsar Lestari/Sapar.

print