Memetik Rupiah Dari Mekarnya Bunga

Kuripan KIM _ Bunga merupakan tanaman yang bukan hanya sedap di pandang mata namun bunga juga memiliki nilai ekonami yang cukup menggiurkan.

Seperti halnya di dusun Adeng desa Jagaraga Induk kecamatan Kuripan, Jero Ene merupakan salah seorang petani bunga yang meraut untung dari hasil tanaman bungannya di lahan yang sekitar 15 are dan
Cukup hanya memerlukan waktu 3 bulan tanaman bunga seperti yang biasa di sebut warga setempat yakni pancar galoh, kembang kemitir sudah bisa untuk dipanen dan memanennya sampai 3 bulan berturut-turut setiap harinya.

Jero Komang Ribek salah seorang pemetik bunga untuk Jero Ene mengungkapkan, Dalam satu kernjang dia di upah sebesar Rp 2.000 dan per hari dia bisa memetik bunga 15 hingga 20 keranjang bunga.

Bunga tersebut biasa di gunakan oleh umat Hindu dalam upacara keagamaannya dan “jika hari besar kami dengan di bantu 5 sampai 8 orang rekan kami bisa memanen hingga 100 keranjang bunga dan 1 keranjang biasa di jual dengan harga Rp 10.000 dan pemasarannya sampai di pasar-pasar di mataram dan Cakranegara” kata Jero Ene┬ámenceritakan. L.Zaini Ahmad/KIM Gunung Sasak.

print