MUSRENBANGCAM BATULAYAR JANGAN HANYA PROGRAM FISIK

Batu Layar KIM – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Batulayar untuk tahun 2018 resmi ditabuh. Hari ini, Kamis 9 Februari 2017 sejak pukul 08.30 Wita undangan yang hadir memenuhi Kantor Kecamatan Batulayar berdatangan guna mengikuti acara.

Acara dibuka oleh Ni Ketut Seniarsi sebagai moderator. Permulaan acara dibuka dengan sama-sama menyanyikan Lagu Kebangsaan, Indonesia Raya. Sekretaris Camat, Drs. Pramubinawan yang selanjutnya sebagai Ketua Panitia menyampaikan laporan terkait pelaksanaan Musrenbang untuk Tahun 2018 mendatang. Dalam sambutan selaku penanggungjawab, Binawan sapaan akrab Sekcam Batulayar menguraikan perjalanan Musrenbang dari tingkat Desa hingga Kecamatan. Sejak tanggal 16 Januari Musrenbang di laksanakan di masing-masing Desa untuk menyerap aspirasi dari bawah yang akan menjadi usulan, untuk itu harapan saya bagi peserta yang hadir akan mengikuti acara dengan seksama, demikian sambut Ketua Panitia.

Selain Sekretaris Camat yang menjadi penyambut dalam acara tersebut, Camat Batulayar selaku pimpinan tak luput dari pemberian wejangan kepada para undangan yang hadir. Sebanyak 135 undangan yang memadati Aula Kantor Kecamatan Batulayar untuk mengikuti pelaksanaan Musrenbang. Di sela-sela penyambutan pembukaan, Camat Batulayar mengharapkan kepada para delegasi utamanya dari Desa untuk memerogramkan skala-skala prioritas. Usulan-usulan dasar yang sangat mendesak dan menjadi skala prioritas sangat dibutuhkan di Batulayar, begitu urai Suparlan Camat Batulayar.

Kemudian Suparlan menyampaikan kondisi riil yang ada di Batulayar. Coba diperhatikan, kondisi riil Kecamatan Batulayar secara utuh. Sebagai penyangga pariwisata, banyak hal yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang ada di Batulayar. Infrastruktur, misalnya. Bisa diperhatikan kondisi jalan yang ada di sebelah Hotel Jayakarta, Dusun Tanah Embet, dan jalan yang menuju Kantor Desa Senteluk, itu semua sangat memprihatikan, terang Suparan dihadapan ratusan peserta yang hadir.
Selain kondisi infrastruktur, Camat juga menyinggung tidak adanya pengolahan sampah yang kerap menjadi dilemma, bukan hanya di hotel-hotel, namun juga masyarakat pada umumnya. Belum lagi pasar, lapangan olah raga. Satu-satunya Kecamatan yang memiliki dan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah padahal ada di Batulayar, namun untuk lapangan sepak bola atau lapangan Kecamatan, hingga hari ini Batulayar belum memiliki sarana dan prasarana olah raga tersebut, ini bukan hanya permintaan Camat, namun juga kemauan langsung dari bawah atau masyarakat, lanjut Camat dengan penuh percaya diri.
Menyampaikan kondisi Batulayar yang sebenarnya, pun demikian Camat meminta kepada para delegasi atau utusan untuk tidaknya hanya memprioritaskan program fisik. Pembangunan Sumber Daya Manusia, juga tak kalah penting seperti Pemberdayaan dengan cara membentuk kursur-kursus keterampilan, pelatihan dan sejenisnya.
Selain Camat Batulayar, perwakilan Kepala Bidang BAPPEDA Kabupaten Lombok Barat turut mendampingi prosesi Musrenbang. Fathurrahman yang menjadi perwakilan BAPPEDA dan jajarannya selanjutnya memberikan arahan tentang tata kelola Musrenbang. Di samping sedikit memberikan materi Fathurrahman juga memperkenalkan pendamping-pendamping dari masing-masing SKPD Lombok Barat untuk memandu pelaksanaan diskusi dan dengan pendapat tersebut. Masalahnya lapangan, ini tugas Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga sudah memiliki PR langsung dari Camat, demikian canda Fathurrahman saat diberikan waktu menyampaikan materi. (Juani Muhtar)
print