Nyongkolan Dengan Kecimol Kembali Berujung Ricuh

Narmada Kim – Luka robek dibagian alis sebelah kanan, sakit kepala bagian belakang karena benturan dan luka kaki dibawah lutut, Inilah yang dialami Yudi anak muda asal Dusun Tempit Desa Mekar Sari. dirinya dikeroyok oleh beberapa anak muda dari Dusun Karang Kates yang berinisisl Ag, Ar, Ef. Kejadiannya ketika waktu sudah magrib dan kecimol masih menabuh tempatnya persis berada di Dusun Karang Kates didepan pemakaman umum 20/05.

Awal kejadiannya anak-anak muda biasa berdansa yang tidak beraturan didepan kecimol saat nyongkolan, kemudian tidak banyak yang mengetahui persoalan sesungguhnya tiba-tiba Yudi sudah dikeroyok oleh beberapa anak muda tersebut, akhirnya Yudi pun tidak berdaya dan langsung dilarikan ke Puskesmas Narmada untuk dijahit luka robek tersebut.

Sahnan seorang saksi mata yang melihat kejadian secara langsung mengatakan “yudi dikeroyok oleh Ag, Ar, Ef terus langsung saya pisahkan mereka dan saya siap jadi saksi jika diproses secara hukum”. peristiwa ini berbuntut panjang ketika melihat kondisi Yudi yang tidak berdaya dan sesekali yudi mengeluh kesakitan “sakit kepalaku”, keluarga korbanpun geram dan tidak terima dengan pelaku pengeroyokan, “kita proses secara hukum” ujar jamaludin kakak sebapak yudi.

Sementara Komang Wiryawan selaku Babinkamtibmas Desa Mekar Sari memediasi dari pihak korban dan pelaku pengeroyokan “saya disini sifatnya hanya memfasilitasi, karena ini kejadiannya disatu Desa. kalau mau berdamai silakan, kalau juga mau diproses secara hukum silakan” ungkapnya ketika proses mediasi berlangsung. Pihak keluarga Yudi yang dari awal sangat tidak terima dengan perlakuan tersebut, maka pihak keluarga Yudi mantap ingin memproses kejadian itu secara hukum, meskipun ada permintaan untuk berdamai dan ditanggung semua pengobatannya.

Sekitar pukul 20.00 Wita keluarga korban dan para saksi dibawa ke Polsek Narmada untuk dimintai keterangan lebih lanjut tentang kronologi kejadian. Hadir juga pada proses mediasi tersebut Saifudin Zohri Kepala Dusun Tempit dan beberapa tokoh masyarakat yang lainnya. Mustar/Kim Mekar Sari.

print