Nyongkolan Sering Bikin Macet

IMG-20170115-WA0024Kim kediri, Kediri sebagai sebuah Kecamatan di Lombok Barat sudah tidak asing bagi kita mendengar nama Kediri karena nama Desa maupum kecamatan Kediri paling banyak di hafal masyarakat banyak dan bahkan di kecamatan yang satu ini di juluki sebagai kota Santri.

Kecamatan kediri memiliki 10 Desa, Kediri juga sebagai jalur alternatif yang memiliki pertigaan dimana sebelah utara yang memasuki jalur raya menuju Mataram dan sebelah timur menuju ke Lombok tengah dan timur dan sementara sebelah barat jalur menuju jalan ke pelabuhan lembar.

Maka tidak heran ketika ada acara nyongkolan yang melibatkan salah satu jalur itu terkena macet taruh saja ketika kami meliput sore tadi dimana salah satu jalur ke lombok tengah dan jalur BIL terpadati dengan kendaraan karena macet berkepanjangan ketika nyongkolàn berlangsung di Desa Jagaraga Indah di Dusun Batu Tumpeng dimana iringan pengantin datang dari arah selatan menuju utara. 

Sahdan salah satu Kadus Dusun Batu tumpeng memaparkan kepada kami Kim Kediri, hal macet seperti ini sudah lumrah bagi Desa ini terlebih lebih ketika acara nyongkolan berlangsung ,agar acara nyongkolan dapat berjalan aman dan lancar kamipun dari aparat Desa tetap mengabarkan kepada Bhabinkamtibmas dari kepolisian dan Bhabinsa dari TNi juga tetap hadir untuk mengamankan jalannya kegiatan adat nyongkolan masyarakat karena memang itu salah satu bentuk kerjasama kita dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Desa kami ini,paparnya pak Kadus Sahdan.

Jadi ketika para masyarakat melewati jalur raya kediri pada saat acara nyongkolan kita tidak perlu heran karena hal ini sudah terlalu sering terjadi. selain menjaga kemacetan jalan dari Bhabinkamtibmas juga bertugas untuk mengantisipasi keributan dan tindak kriminalitas lainnya yang biasanya terjadi di sebabkan para pemuda saling senggol di saat acara nyongkolan berlangsung.

Dengan adanya pengamanan dari aparat penegak hukum negara membuat hal-hal yang bersipat merugikan masyarakat sudah jarang terjadi sehingga aman bagi masyarakat di desa setempat melaksanakan nyngkolan dan jalur padatpun sedikit demi sedikit bisa teratasi. (Sri Sukmawati)

print