Pasilitator dan Aplikator Nakal akan Ditindak Tegas

Gerung, Kominfotik-Realisasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rekons) rumah pasca gempa akan segera berakhir. Bahkan pemerintah sudah mengeluarkan deadline (batas waktu), hingga 31 Desember 2019 mendatang. Dari sisa waktu kurang leih tiga bulan ini, Komandan Sektor Rekonstruksi, Kolonel CZI Efrijon Kroll menegaskan, sejak awal pelaksanaan rekons memang sudah ada kendala. Selain kendala langkanya semen dan tenaga kerja, kendala yang paling disayangkan adalah adanya pasilitator dan aplikator yang nakal.

“Memang ada pasilitator dan aplikator ini yang meghambat jalannya pekerjaan rekosn,” papar DanDim 1606 Lombok Barat ini. Kata dia, ada seorang pasilitator yang menghilang setelah menerima pencairan dana, sementara pekerjaan yang dibebankan belum selesai total. Dengan tegas Efrijon akan mencari oknum ini sampai kapan dan dimanapun juga,” ungkap Dandim pada pertemuan percepatan rekons pasca gempa di Gedung Taman Budaya – Narmada, Senin (23/9).

Menurut Efrijon, para aplikator dan pasilitator ini sudah memenuhi syarat yang diberikan pihak Dinas Perkim. Selain  itu, mereka juga sudah mendapakan rekomendasi dari pihak BPBD Lombok Barat serta menandatngani fakta integritas.

“Kalau kita memilih aplikator yang bonapid dan bertangung jawab, ya pekerjaan akan selesai dan tidak ada masalah,” tegas Efrijon.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Lombok Barat, Lalu Winengan mengemukakan, memang ada seorang aplikator yang sudah menghilang. Aplikator yang sudah diketahui identirasnya menghilang setelah membawa sejumlah uang tanpa mempertanggungjawabkan pekerjaannya.

“Biar transparan, orang ini bernama Hendra, bahkan baru saja ada laporan yang masuk, seorang Pokmas dari Desa Tanak Beak yang menyimpan rekening dengan saldo ratusan juta ruiah,” tegas Winengan.

Para Pokmas yang jumlahnya 65 orang ini, Winengan meminta supaya dicroscek kebenaran laporan ini. Kata dia, sebelum melakukan tindakan pelaporan, alangkan baiknya dicek dulu kebenaran laporan itu.

Menurut Winengan, siapapun dia, oknum apapun dia, kalau memang benar-benar terbukti salah, harus segera ditindak. Bahkan dengan tegas Winengan meminta Dan Dim 1606 Lombok Barat untuk mengusut oknum TNI jika terbukti melakukan permainan yang tidak sehat.

“Sebelum saya laporkan ke pihak berwajib, mohon dicek dulu kebenaran di lapangan laporan ini, jika terbukti terpaksa kita jemput,” janji Winengan yang disamut aplaus meriah seluruh hadirin yang didominasi para pasilitator, aplikator dan pokmas ini.

Menanggapi hal ini, usai pertemuan, Dandim 1606 Lombk Barat, Efrijon Kroll mengemuakan, akan ada tindakan lebih lanjut dari pihak kepolisian. Sementara kelangkaan semen, menurut Efrijon akan menggelar operasi pasar. Namun sebagai langkan awal, pihaknya akan melakukan survey lapangan terkait kelangkaan, harga dan siapa oknum yang bermain.

Sedangkan terkait aplikator yang nakal, kata Efrijon sudah menjadi daftar pencarian orang (DPO) dari Polres Lombok Barat. Ini masih dalam penyelidikan dan pasti menjadi buronan. Karena setiap orang yang melanggar hukum pasti menjadi buronan. Demikian pula dengan aplikator nakal masih menjadi penyelidikan. Meka harus bertanggungjawab dan mengembalikan uang yang bukan haknya.

“Ini kita yang mediasi, kalau merka bertangung jawab berarti masalahnya selesai, tapi kalau tidak ya kita proses,” tegas Efrijon kepada wartawan usai pertemuan.(LPA/her)

print