Pemdes Batu Layar Rombak Pengurus LPM

Batu Layar KIM. Sepekan sudah, H.M. Taufiq Nawawi resmi memimpin Desa Batulayar untuk jilid II setelah pelantikan serentak pada 30 Januari 2107 silam. Sepekan memimpin Desa, beberapa perubahan terjadi pada organ Pemerintahan Desa Batulayar.

Kemarin, Senin, 6 Februari 2017 Kepala Desa Batulayar mengumpulkan beberapa jajarannya untuk membahas kinerja Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Batulayar. Meskipun terbatas, pertemuan ini saya rasa sangat penting, begitu urai Kepala Desa Batulayar.

Lebih lanjut Taufiq selaku Kepala Desa Batulayar menyampaikan maksud dan tujuannnya mengumpulkan bawahannya, yaitu dalam rangka pemilihan ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Desa Batulayar.

Sehubungan dengan mundurnya saudara Ali Asgar selaku ketua LPM, untuk itu tujuan kita disini adalah memilih lagi siapa yang akan maju sebagai pengganti Ali Asgar. Alasan terlalu sibuk menyebabkan Ali Asgar harus melepas jabatannya sebagai Ketua LPM.

Setelah membuka pertemuan pada pukul 10.00 Wita forum menyepakati saudari Fihanah yang akan menjabat sebagai ketua LPM menggantikan Ali Asgar. Keputusan didapat setelah peserta yang hadir menginginkan tokoh perempuan menjadi pimpinan di Lembaga Pemberdayaan Masyarakat. Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Kepala Desa Batulayar, Penghulu Desa, Kepala Dusun, Karang Taruna dan tokoh pemuda.

Setelah pemilihan, Kepala Desa Batulayar berharap LPM yang terdiri dari 18 personel ini mampu bekerja dengan maksimal. Untuk diketahui LPM membahawi beberapa seksi yaitu agama, pendidikan pembangunan dan lingkungan hidup, ekonomi, kesejahteraan social. Dari seksi tersebut Kepala Desa Batulayar menghimbau kepada semua pihak untuk terus melakukan koordinasi.

Taufiq menekankan bahwa dalam penyusunan program kerja anggota harus terus menjalin komunikasi. Silahkan membuat usulan dan program yang akan menjadi prioritas ke depan. Untuk dimaklumi, ke depan program akan diprioritaskan kepada pemberdayaan masyarakat. Kalau dulu infrastruktur yang lebih diprioritaskan, sekarang, pemberdayaan masyarakat yang lebih diperhatikan, namun bukan berarti infrastruktur tidak ada sama sekali, demikian tutup Kepala Desa Batulayar. (Juaini Muhtar)

print