Pemicuan Sanitasi Berbasis Masyarakat

Kim Narmada – Bina suasana yang dilakukan oleh nara sumber pemicuan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) sangat santai dan menyenangkan bagi ibu-ibu yang hadir, dimana para peserta diajak untuk bernyanyi sebelum diberikan materi tentang prilaku hidup bersih dan sehat, layaknya seperti sekolah taman kanak-kanak namun yang demikian itu membuat ibu-ibu yang hadir merasa senang dan riang.

“Senang tadi kita diajak bernyanyi-nyanyi” ungkap Halimah salah satu peserta dari Dusun Tempit dengan penuh kegembiraan, kegiatan ini dilaksanakan dihalaman terbuka yaitu didepan rumah Kepala Dusun Tempit sehingga ruang gerak peserta dan nara sumber menjadi leluasa, setelah bernyanyi para pesertapun semakin semangat mengikuti kegiatan, nampak jelas dari raut muka peserta dimana membentuk lingkaran mengelilingi nara sumber.

Pemicuan merupakan salah satu bentuk upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat melalui Puskesmas Narmada untuk memberikan pengertian kepada masyarakat dengan giatnya dilakukan pemicuan sanitasi total berbasis masyarakat untuk merubah prilaku atau kebiasaan masyarakat dalam membuang air besar, sehingga pada ujungnya masyarakat tersadarkan akan pentingnya memiliki jamban sendiri.

Tujuan tersebut terpapar oleh Made Gunarsa selaku koordinator pemicuan STBM Puskesmas Kecamatan Narmada, “tujuan pemicuan ini adalah untuk merubah prilaku masyarakat dalam membuang air besar”, ungkapnya ketika diwawancarai oleh Kim Mekar Sari disela kegiatan berlangsung, 14/03/2017.

Kegiatan Pemicuan ini seakan menggiring nalar sehat masyarakat untuk tidak boleh tidak berprilaku hidup sehat, khususnya dalam membuang air besar (berak). betapa tidak denah lokasi kampung dengan jarak sungai yang biasa digunakan buang air sehari-hari digambarkan menggunakan dengan abu bekas kayu bakar untuk melihat secara persis rumah yang belum memiliki jamban, denah demikian itu dibantu oleh saefudin untuk menggambarkannya Karena dirinya mengetahui persis lokasi kampungnya sendiri.

Para peserta diberikan kartu hijau untuk ditaruh didenah yang sudah digambarkan, dimana pada denah tersebut mencerminkan lokasi rumah para peserta yang belum memiliki jamban dirumahnya. Hal itu dilakukan dengan penuh keceriaan para peserta sehingga peserta akan terpicu dengan sendirinya untuk berprilaku hidup sehat. (Mustar-KIM Mekar Sari)

print